Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk parsel perayaan Hari Raya Natal, Tahun Baru, maupun ulang tahun yang bertepatan dengan Natal. Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Jakarta, menjelang periode liburan akhir tahun.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kuatnya untuk mewujudkan pelayanan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berwibawa di lingkungan KemenHAM RI. Pigai menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga negara dari potensi gratifikasi.
Penolakan parsel oleh Natalius Pigai ini menjadi sorotan, mengingat tradisi pemberian hadiah di momen spesial. Namun, Pigai memilih untuk mengirimkan pesan jelas tentang anti-gratifikasi demi transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aspek pemerintahan.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Kuat Menjaga Integritas KemenHAM
Natalius Pigai menegaskan kembali komitmennya untuk senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme di Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Ia menyatakan terima kasih atas perhatian dan ucapan dari berbagai pihak, namun tetap pada pendiriannya untuk menolak parsel tersebut. Langkah ini merupakan manifestasi dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurut Pigai, tindakan ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk memastikan seluruh pelayanan publik diselenggarakan secara bersih dan berintegritas. Penolakan ini mencerminkan keseriusan dalam memerangi praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan publik.
Langkah Menteri HAM ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi jajaran di KemenHAM dan lembaga pemerintah lainnya dalam menjaga etika birokrasi. Integritas pejabat publik adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Advertisement
Advertisement
Membangun Pelayanan Publik yang Bersih dan Berwibawa
Pernyataan Natalius Pigai yang menolak parsel ini bukan hanya tentang penolakan hadiah, tetapi juga tentang upaya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari konflik kepentingan. Ini adalah langkah proaktif dalam mencegah potensi gratifikasi yang dapat merusak citra pelayanan publik.
Pigai menekankan bahwa menjaga kepercayaan publik adalah prioritas utama KemenHAM RI. Pelayanan publik yang bersih dan transparan akan meningkatkan kredibilitas institusi di mata masyarakat luas, serta memastikan keadilan bagi semua.
Dengan komitmen ini, diharapkan KemenHAM dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa adanya intervensi atau pengaruh dari pihak luar. Ini adalah wujud nyata dari akuntabilitas publik dan komitmen terhadap reformasi birokrasi.
Advertisement
Menutup pernyataannya, Pigai berharap perayaan Natal tahun ini dapat berlangsung dengan penuh sukacita, khususnya bagi umat Kristiani. Ia juga mendoakan suasana damai dan sejahtera, serta semakin mempererat persaudaraan antar umat manusia di seluruh Indonesia.
Menyongsong Tahun Baru 2026, Natalius Pigai juga menyampaikan harapannya yang tulus. Ia berharap tahun yang akan datang membawa kondisi yang lebih baik, serta menghadirkan perdamaian, harapan, dan berkat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Sumber: AntaraNews
Advertisement