Tim loncat indah Indonesia berhasil menutup perjuangannya di SEA Games Thailand 2025 dengan raihan medali. Pasangan Gladies Lariesa Garina Haga dan Linar Betiliana sukses mempersembahkan medali perunggu. Mereka bertanding dalam nomor sinkronisasi menara putri pada Jumat, 20 Desember 2025 di Suvarnabhumi Campus, Bangkok.
Raihan ini memastikan kontingen Indonesia tidak pulang dengan tangan hampa dari cabang olahraga loncat indah. Gladies dan Linar menunjukkan semangat juang tinggi meskipun menghadapi berbagai tantangan. Prestasi ini menjadi kebanggaan di hari terakhir kompetisi.
Kombinasi apik keduanya berhasil mengumpulkan total nilai 211.74 poin. Hasil ini menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen akhir. Medali emas diraih Malaysia dengan 248.40 poin, sementara perak menjadi milik Singapura dengan 237.00 poin.
Advertisement
Advertisement
Perjuangan Berat Gladies dan Linar di Papan Loncat
Gladies Lariesa Garina Haga mengakui sempat merasakan gugup luar biasa sebelum memulai pertandingan. Ia mengungkapkan, “Tadi sempat lemas kakinya karena gugup sebelum lomba, tapi puji Tuhan pas sudah tampil mulai bisa mengatasinya.” Fokus penuh menjadi kunci utama bagi Gladies untuk menuntaskan setiap lompatan.
Pada pertengahan lomba, Gladies sempat kehilangan posisi akibat fluktuasi nilai yang terjadi. Ia sempat turun dari peringkat kedua ke posisi empat atau lima setelah lompatan ketiga. Gladies menambahkan, “Awalnya tidak menyangka bisa perunggu. Aku coba lakukan yang terbaik saja, akhirnya bisa finis di peringkat tiga.”
Sementara itu, Linar Betiliana menghadapi perjuangan yang lebih berat karena kondisi fisiknya tidak sepenuhnya prima. Ia mengalami cedera pada bagian pinggang saat latihan hari pertama di Bangkok. Linar menjelaskan, “Alhamdulillah bisa berjalan lancar. Saya sempat cedera pas latihan hari pertama, pinggang ketarik. Jadi sebelum tanding sempat pijat dulu supaya agak enakan.”
Advertisement
Meskipun demikian, Linar tetap memaksakan diri untuk tampil maksimal demi mengharumkan nama Indonesia. Ia menegaskan, “Ya sudah saya coba paksain terus, akhirnya bisa peringkat tiga. Bersyukur banget, Alhamdulillah.” Keberhasilan ini menjadi bukti ketahanan mental dan fisik kedua atlet dalam meraih medali perunggu loncat indah.
Advertisement
Apresiasi Pelatih dan Tantangan Pembinaan Loncat Indah ke Depan
Pelatih tim loncat indah Indonesia, Ronaldy Herbintoro, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Gladies dan Linar. Ia mengungkapkan rasa syukur atas raihan medali perunggu ini. Ronaldy menyatakan, “Alhamdulillah kami bisa dapat perunggu. Sebenarnya target awal perak, tapi karena Linar cedera jadi agak meleset. Namun kami tetap bersyukur.”
Ronaldy menjelaskan bahwa cedera pinggang yang dialami Linar menjadi salah satu faktor melesetnya target perak. Loncat indah merupakan cabang olahraga yang menuntut kesiapan fisik dan keselarasan gerakan yang tinggi. Hal ini menjadi tantangan besar dalam proses pembinaan atlet ke depan.
Untuk masa depan, Ronaldy menegaskan bahwa latihan harus lebih keras lagi guna mencapai prestasi yang lebih baik. Ia menambahkan, “Ke depannya tentu latihan harus lebih keras lagi. Loncat indah bukan hanya soal kekuatan otot, tapi juga keselarasan gerakan, dan itu memang tidak mudah.”
Advertisement
Raihan medali perunggu oleh Gladies dan Linar ini secara langsung memastikan tim loncat indah Indonesia tidak pulang dengan tangan hampa. Ini menjadi dorongan semangat untuk terus mengembangkan potensi atlet di kancah internasional. Prestasi ini diharapkan dapat memicu regenerasi atlet loncat indah di Indonesia.
Sumber: AntaraNews