Jerit Hati Warga Tapanuli Tengah, Bertahan di Tenda Pengungsian Usai Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang

Pemerintah mempercepat pemulihan jaringan komunikasi bagi para warga terdampak bencana di Sumatra untuk saling bertukar kabar.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Jerit Hati Warga Tapanuli Tengah, Bertahan di Tenda Pengungsian Usai Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang
Jerit Hati Warga Tapanuli Tengah, Bertahan di Tenda Pengungsian Usai Rumah Rusak Dihantam Banjir Bandang (Merdeka.com)

Rasa syukur berulang kali terucap dari bibir Nur Asia Pasaribu (60), salah satu pengungsi banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (2/12). Banjir bandang menerjang kediamannya, membuat Nur terpaksa mengungsi ke tenda pengungsian.

Namun rasa was-was bermalam di tenda pengungsian perlahan luntur setelah bantuan dari pemerintah mulai tiba. Bantuan itu berupa makanan dan obat-obatan.

Tak hanya makanan dan obat-obatan yang terus disalurkan melalui jalur darat, laut, dan udara, pemerintah juga berupaya mempercepat pemulihan jaringan komunikasi bagi para warga terdampak bencana di Sumatra untuk saling bertukar kabar.

Warga Bisa Berkomunikasi dengan Keluarga

Kemudahan komunikasi ini membuat para pengungsi merasa lebih tenang selama tinggal sementara di pos-pos pengungsian, salah satunya Nur.

Nur mengisahkan, saat kejadian pada Rabu (26/11) pagi pekan lalu, listrik padam dan jaringan komunikasi terputus. Dia sempat kesulitan mengabari sanak saudaranya di Sibolga.

"Baru saya minta bantuan ke Tim SAR. Jadi mereka mengasih jaringan dengan video call sama saudara-saudara atau anak saya. Dan mereka mengetahui keadaan saya selamat," ucap Nur penuh syukur.



Penyaluran Alat Komunikasi

Pemerintah telah menyalurkan puluhan perangkat komunikasi Starlink ke sejumlah titik bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk di Tapanuli Tengah dan wilayah-wilayah lain yang terisolasi karena akses jalan terputus.

Nur sangat bersyukur atas kemudahan komunikasi tersebut. “Terima kasih sudah memberikan akses untuk mengetahui keadaan keluarga-keluarga yang terkena musibah banjir,” sambung Nur, seperti diberitakan Antara.



Curhat Warga di Tenda Pengungsian

Nur juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima selama di pengungsian, sembari berharap pemulihan pascabencana dapat dipercepat.

"Kepada Bapak Presiden Prabowo, mohon maaf, Pak. Kami sudah terima bantuan, tetapi kami masih meminta bantuan karena banyak rumah masyarakat yang rusak. Mohon bantuannya, Pak, supaya masyarakat Tapanuli Tengah bisa kembali ke rumahnya. Dan akses, terutama listrik, supaya cepat dikondisikan,” pinta Nur.

Harapan serupa disampaikan oleh pengungsi lainnya, Teti Boru Gultom. Warga Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, ini berharap pemerintah segera memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

“Bersyukur. Bersyukur kali, Pak. Masih ada lagi (bantuan) kayak gini, Pak. Tapi Pak Presiden, minta tolong kampung kami biar bisa lagi layak kami tempati, Pak. Semoga Bapak Presiden diberikan umur panjang, sehat,” ujar Teti.



Rekomendasi