Polisi Telusuri Medsos Terduga Pelaku Ledakan, Kapolri: Bisa Jadi Ada Paparan Paham Berbahaya

Remaja itu kini masih terbaring di ruang ICU Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Polisi Telusuri Medsos Terduga Pelaku Ledakan, Kapolri: Bisa Jadi Ada Paparan Paham Berbahaya
Kapolri Jenderal Listyo di Bandung (merdeka)

Polisi terus menyelidiki penyebab ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, pada Jumat (7/11). Penyelidikan kini difokuskan pada aktivitas media sosial serta kehidupan pribadi terduga pelaku untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku merupakan salah satu siswa SMAN 72. Remaja itu kini masih terbaring di ruang ICU Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

Pengaruh dari Konten Ekstrem

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengarakan, Tim siber Polri sedang bekerja mengungkap seluruh jejak media sosial pelaku. Polisi ingin tahu, adakah pengaruh dari konten ekstrem atau ajakan yang mendorongnya membuat ledakan di sekolah.

"Kita melakukan pemeriksaan terkait media sosial. Kita dalami apakah dia ikut paham tertentu apakah terpapar oleh suatu konten ataukah mungkin juga hal-hal yang membuat dia tertarik dan juga kaitannya dengan apa yang menjadi alasan untuk melakukan itu semuanya sedang kita dalami," kata dia kepada wartawan, Sabtu (8/11).

Gali Informasi

Selain dari jejak digital, polisi juga menggali informasi dari lingkungan keluarga dan teman sekolahnya. Semua informasi itu dikumpulkan untuk merangkai gambaran utuh penyebab ledakan.

"Kita sekarang sedang dalam tahap mengumpulkan semua informasi yang ada dan mudah-mudahan kita bisa segera rilis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Saya kira itu," ucap dia.

Listyo berharap, kondisi pelaku segera membaik, sehingga penyidik bisa mendapatkan keterangan langsung untuk memperjelas motif sebenarnya.

"Yang jelas untuk terduga pelaku kondisinya semakin membaik ya dan mudah-mudahan itu juga akan mempermudah kita nanti pada waktunya apabila kita butuhkan," katanya. 

Rekomendasi