Fakta Menarik: SAR Tanjungpinang Turun Tangan Bantu Pencarian Kru Kapal Singapura Asal Mesir yang Hilang

Kantor SAR Tanjungpinang mengerahkan tim untuk membantu pencarian kru kapal berkebangsaan Mesir yang terjatuh di perairan Singapura. Simak detail operasi Pencarian Kru Kapal Singapura ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: SAR Tanjungpinang Turun Tangan Bantu Pencarian Kru Kapal Singapura Asal Mesir yang Hilang
Kantor SAR Tanjungpinang mengerahkan tim untuk membantu pencarian kru kapal berkebangsaan Mesir yang terjatuh di perairan Singapura. Simak detail operasi Pencarian Kru Kapal Singapura ini! (AntaraNews)

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kini tengah aktif terlibat dalam operasi pencarian. Mereka membantu menemukan seorang kru kapal berkebangsaan Mesir yang dilaporkan terjatuh dan hilang di perairan Singapura. Insiden ini menunjukkan kolaborasi lintas negara dalam upaya penyelamatan maritim yang krusial.

Laporan mengenai peristiwa tragis ini diterima oleh Com Center SAR Tanjungpinang dari Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim (MRCC) Singapura. Informasi tersebut masuk pada Kamis (30/10) pukul 07.05 waktu Singapura, beberapa jam setelah kejadian jatuhnya korban dari kapal SSCC Wadi Alrayan. Korban diketahui bernama Mohamed Abdelwahab Mahmoud Hassan Omar, berusia 40 tahun, yang kini menjadi fokus utama pencarian.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA) Singapura mengonfirmasi bahwa korban terakhir terlihat mengenakan kemeja dan celana hitam tanpa jaket pelampung. Merespons laporan tersebut, SAR Tanjungpinang segera menerjunkan Kapal Negara (KN) SAR Purworejo serta RIB 03 Batam. Sebanyak 26 tim penyelamat dikerahkan untuk membantu proses Pencarian Kru Kapal Singapura di lokasi kejadian.

Koordinasi Lintas Negara dalam Pencarian Kru Kapal Singapura

Setelah berkoordinasi intensif dengan Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA) Singapura, Kantor SAR Tanjungpinang mengambil langkah cepat. Mereka menerjunkan Kapal Negara (KN) SAR Purworejo dan RIB 03 Batam untuk membantu operasi pencarian. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen SAR Tanjungpinang dalam misi kemanusiaan.

Sebanyak 26 tim penyelamat dari Kantor SAR Tanjungpinang terlibat langsung dalam operasi SAR ini. Mereka juga mendapatkan dukungan penuh dari tim penyelamat Direktorat Polair Polda Kepri. Kolaborasi ini memperkuat upaya Pencarian Kru Kapal Singapura di wilayah perbatasan.

Pencarian korban dibagi menjadi tiga sektor strategis untuk efektivitas maksimal. Sektor satu ditangani KN SAR Purworejo di Perairan Tanjung Pinggir Sekupang Batam hingga Perairan Batu Ampar, Batam. Sektor dua melibatkan RIB 03 Batam dan Sea Rider Polair Polda Kepri di Perairan Pulau Belakang Padang dan Pulau-pulau Kecil Arah Barat Batam. Sementara itu, sektor tiga diisi KRI ALAMANG 644 di Perairan Timur Pulau Nipah hingga Perairan Utara Pulau Pemping.

Dari pihak MRCC Singapura sendiri, mereka juga mengerahkan sumber daya signifikan. Tiga alat utama laut dan satu pesawat turut serta dalam proses pelaksanaan operasi SAR. Integrasi sumber daya dari kedua belah pihak menunjukkan keseriusan dalam misi pencarian ini.

Tantangan dan Rencana Lanjutan Pencarian Korban Hilang

Fazzli, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, menyampaikan bahwa korban terakhir terlihat tanpa jaket pelampung. "Berdasarkan keterangan dari Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA) Singapura, korban mengenakan kemeja dan celana hitam tanpa jaket pelampung," ujarnya. Kondisi ini menambah kompleksitas dalam upaya Pencarian Kru Kapal Singapura.

Hingga pukul 17:50 WIB pada Kamis, hasil pencarian terhadap korban masih nihil. Cuaca dan arus laut menjadi faktor penentu dalam setiap operasi SAR. Tim terus berupaya maksimal meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, operasi pencarian tidak berhenti begitu saja. Pencarian kemudian dilanjutkan dengan pemantauan intensif dan evaluasi menyeluruh terhadap operasi SAR hari pertama. Perencanaan detail untuk operasi SAR hari kedua juga segera disusun guna memastikan setiap langkah efektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi