Mengapa BPS dan BRIN Disebut Kunci Penting Kebijakan Tepat? Ini Penjelasan Komisi X DPR RI

Wakil Ketua Komisi X DPR RI menegaskan peran krusial BPS dan BRIN sebagai kunci penting dalam perumusan kebijakan tepat, berdasarkan data dan riset akurat. Mengapa demikian?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengapa BPS dan BRIN Disebut Kunci Penting Kebijakan Tepat? Ini Penjelasan Komisi X DPR RI
Wakil Ketua Komisi X DPR RI menegaskan peran krusial BPS dan BRIN sebagai kunci penting dalam perumusan kebijakan tepat, berdasarkan data dan riset akurat. Mengapa demikian? (AntaraNews)

Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyoroti peran vital Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam merumuskan kebijakan publik yang efektif. Kedua lembaga ini dianggap sebagai fondasi utama bagi pemerintah untuk membuat keputusan yang berbasis data dan riset. Hal ini disampaikan dalam sebuah kunjungan kerja reses yang bertujuan untuk meninjau langsung kondisi dan kebutuhan di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X, Maria Yohana Esti Wijayati, saat memimpin rombongan dalam kunjungan kerja reses di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Kunjungan ini berlangsung pada Senin, 06 Oktober, dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah serta perwakilan kementerian. Fokus utama diskusi adalah bagaimana data dan riset dapat diintegrasikan secara optimal dalam proses pembuatan kebijakan.

Maria Yohana menekankan bahwa BPS dan BRIN memegang peranan kunci dalam menyediakan informasi yang akurat dan hasil riset yang relevan. Ketersediaan data yang valid dan riset yang mendalam sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik di setiap daerah. Integrasi ini diharapkan dapat menghasilkan program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Peran Strategis BPS dan BRIN dalam Perumusan Kebijakan

Wakil Ketua Komisi X, Maria Yohana Esti Wijayati, secara tegas menyatakan bahwa BPS dan BRIN adalah pilar utama dalam perumusan kebijakan yang tepat. Menurutnya, kedua lembaga ini menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan untuk memastikan keputusan yang diambil didasarkan pada data yang akurat dan hasil riset yang relevan. Keberadaan data dan riset yang berkualitas sangat krusial agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Maria Yohana menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam memanfaatkan data dan riset dari BPS dan BRIN. Ia menyatakan, "BPS dan BRIN adalah kunci-kunci penting yang menjadi salah satu referensi kita untuk kita bisa membuat kebijakan yang tepat dengan data yang tepat, dan dengan hasil riset yang tepat sesuai dengan kebutuhan daerah." Pernyataan ini menunjukkan betapa strategisnya posisi kedua lembaga tersebut dalam ekosistem pemerintahan.

Dengan data yang disajikan oleh BPS dan masukan serta dukungan dari hasil riset BRIN, pemerintah daerah dapat merancang program dan kegiatan yang lebih terarah. Hal ini memungkinkan setiap kebijakan yang dibuat untuk mempertimbangkan kekhususan dan potensi lokal. Integrasi data dan riset ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan dampak positif dari setiap program pembangunan.

Inspirasi Riset Lokal untuk Pembangunan Daerah

Maria Yohana memberikan contoh konkret mengenai potensi riset lokal dalam mendukung pembangunan daerah. Ia mencontohkan Kabupaten Gunung Kidul yang kaya akan komoditas ketela atau singkong, yang dapat diolah lebih dari sekadar gaplek biasa. Riset dapat membantu menemukan cara pengolahan inovatif yang meningkatkan nilai tambah produk lokal tersebut, seperti mengolah gaplek menjadi gatot dengan rasa dan tekstur yang unik.

Contoh ini menjadi inspirasi bagi Sulawesi Utara untuk mengidentifikasi potensi lokal yang serupa dan mengembangkan riset yang relevan. BRIN yang beroperasi di Sulawesi Utara, termasuk Brida (Badan Riset dan Inovasi Daerah), diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam melakukan penelitian semacam ini. Tujuannya adalah untuk menggali dan mengembangkan potensi sumber daya yang ada di wilayah tersebut.

Pentingnya riset ini terletak pada kemampuannya untuk menjadi dasar bagi program dan kegiatan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota. Dengan demikian, setiap inisiatif yang dijalankan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga didukung oleh bukti ilmiah dan inovasi. Pendekatan berbasis riset ini akan memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Dukungan Riset untuk Program Nasional dan Ketahanan Pangan

Selain riset lokal, BRIN juga diharapkan dapat memberikan dukungan riset untuk program-program nasional yang lebih luas. Maria Yohana mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan dukungan riset agar dapat berjalan secara optimal. Riset dapat membantu dalam pengembangan metodologi, pengolahan, dan sistem yang efektif untuk pelaksanaan program tersebut.

Dukungan riset dari BRIN akan memastikan bahwa program MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak yang maksimal dan berkelanjutan. Aspek-aspek seperti efisiensi distribusi, kualitas gizi, dan keberlanjutan pasokan dapat ditingkatkan melalui pendekatan berbasis riset. Hal ini menunjukkan bahwa peran BRIN melampaui batas-batas riset murni dan masuk ke ranah implementasi kebijakan.

Lebih lanjut, peran BRIN juga sangat krusial dalam konteks ketahanan pangan nasional. Melalui riset yang mendalam, BRIN dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan produksi pangan, diversifikasi sumber pangan, serta efisiensi rantai pasok. Dengan demikian, BPS dan BRIN secara kolektif menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan data akurat dan inovasi riset untuk kebijakan yang tepat sasaran, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi