Sering Nonton Film Porno, Anak 12 Tahun Cabuli Dua Teman Laki-Lakinya

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua teman sebayanya yang juga laki-laki. Kasus ini sedang ditangani jajaran Polrestabes Bandung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sering Nonton Film Porno, Anak 12 Tahun Cabuli Dua Teman Laki-Lakinya
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua teman sebayanya yang juga laki-laki. Kasus ini sedang ditangani jajaran Polrestabes Bandung.

Dua korban laki-laki ini diketahui berusia 12 dan 10 tahun. Hasil pemeriksaan sementara, mereka diduga mengalami pelecehan seksual sebanyak tiga kali pada bulan September 2022 lalu.

"Korban adalah laki-laki anak di bawah umur, nah pelakunya adalah teman mainnya sehari-hari," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung di Mapolrestabes Bandung pada Selasa (18/10).

Peristiwa itu terjadi di wilayah Mochamad Toha, Kota Bandung. Korban ketakutan saat pelaku mengancam dengan senjata tajam. Saat ini, semua barang bukti sudah disita oleh polisi.

"Nah modusnya kenapa tersangka ini melakukan hal seperti ini, itu diawali dengan kebiasaan tersangka melihat video porno di handphone, jadi ini mengawali sehingga terjadilah peristiwa pelecehan seksual tersebut," ujar dia.

Polisi menangani kasus ini sembari memberikan pendampingan psikologis terhadap korban sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Semua identitasnya akan dijaga ketat. Sedangkan pelaku ditangani secara khusus secara terpisah melibatkan instansi pemerintah.

Tersangka dijerat Pasal 82 juncto 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016. Namun begitu, dalam penerapannya, polisi dipastikan bakal berpedoman pada ketentuan UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

Kasus ini menambah deretan kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur sepanjang tahun 2022. Totalnya saat ini mencapai 11 kasus. Aswin mengimbau orang tua bisa mengawasi anak secara ketat, terutama yang berhubungan dengan penggunaan gawai.

"Orang tua yang anaknya sudah bisa mengakses soal media sosial atau internet agar mendampingi, jadi bisa dikontrol atau dibatasi situs yang dilihat oleh anak-anak seusianya," pungkas Aswin.

Rekomendasi