Serangan kelompok Houthi ke Bandara Riyadh, Arab Saudi terdampak pada pemberangkatan ratusan jemaah umrah di Sulsel. Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan meminta kepada travel perjalanan haji dan umrah untuk mengedepankan keselamataan jemaah.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail mengaku baru menerima laporan terkait batal berangkatnya ratusan jemaah umrah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Ikbal mengatakan batal berangkatnya jemaah umrah tersebut akibat meningkatnya eskalasi politik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi.
"Kami menerima laporan adanya penundaan pemberangkatan jemaah umrah. Setelah kami bertanya, ternyata penundaan pemberangkatan ini dampak dari eskalasi politik yang terjadi di Saudi," ujar Ikbal di Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (12/10).
Ikbal menyebut serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi, khususnya Bandara Internasional King Khalid Riyadh memberikan dampak pada pemberangkatan jemaah umrah asal Sulsel. Tak hanya keberangkatan, kata Ikbal, kepulangan jemaah umrah dari Arab Saudi menjadi perhatian Kemenhaj Sulsel.
"Dari tiga hari lalu Kemenhaj RI sudah menyampaikan bahwa untuk pemberangkatan umrah harus melihat kondisi eskalasi politik di Saudi," kata dia.
Ia pun mengimbau kepada travel perjalanan haji dan umrah di Sulsel untuk mengutamakan keselamatan jemaah. Travel perjalanan haji dan umrah harus terus memantau eskalasi di Arab Saudi.
"Jangan sampai teman-teman pimpinan travel membuka perjalanan umrahnya ternyata eskalasi politik di Saudi belum turun. Kami harap kepada pimpinan travel untuk tidak merugikan jemaah. Pandai-pandai melihat eskalasi politik di Saudi," tuturnya.
Meski demikian, Ikbal mengaku Kemenhaj Sulsel masih melakukan pendataan jumlah jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya. Selain itu, Kemenhaj Sulsel juga masih mendata jumlah jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi.
"Kami sementara mendata kerja sama dengan pemerintah di sana. Kami masih mendata jemaah umrah yang ingin balik kembali ke Tanah Air, terutama balik kembali ke Sulsel," tuturnya.
Ikbal menambahkan minat masyarakat Sulsel untuk melaksanakan umrah ke Arab Saudi terbilang cukup tinggi. Bahkan, dalam kurun waktu satu bulan, setidaknya ada 7 ribuan warga Sulsel berangkat umrah.
"Peminat (ibadah umrah) sangat banyak di Sulsel. Untuk data kami per bulannya antara 5 sampai 7 ribuan per bulan," ucapnya.
Sementara Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulampua, Azhar Ghazali mengatakan peningkatan eskalasi politik di Timur Tengah, khususnya Arab Saudi bukan yang pertama kali. Ia mengaku kondisi tersebut pernah terjadi saat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Pernah terjadi juga sebelumnya, pada saat situasi di Timur Tengah lagi kurang bagus ya. Sehingga Airlines tidak mau mengambil risiko besar. Mereka lebih bagus melakukan penundaan atau cancel flight untuk menjaga keamanan airlines dan penumpang tentu saja," tuturnya.
Azhar juga meminta kepada travel perjalanan haji dan umrah yang tergabung dalam Amphuri untuk mengutamakan keselamatan jemaahnya. Ia pun meminta agar travel perjalanan untuk terus berkoordinasi dengan pihak maskapai.
"Kita berharap maskapai yang masih terbang tetap bertanggung jawab untuk memulangkan jemaah yang sementara berada di sana. Mungkin ini perlu dibicarakan dengan pihak yang terkait, terutama pemerintah, agar diambil tindakan untuk tetap bisa memulangkan jemaah yang sedang berada di sana," tegasnya.
"Jangan hanya memikirkan bahwa kondisi tidak terbang dari sini ke sana itu tidak aman. Tapi tidak memikirkan kondisi jemaah yang berada di sana untuk dipulangkan," imbuhnya.
Azhar mengaku sampai saat ini belum memiliki data jumlah jemaah umrah yang batal berangkat dan pulang. Pasalnya, pembatalan penerbangan baru terjadi hari ini.
"Belum ada, karena baru hari ini terhitung cancel flight dari Makassar," kata Azhar.
Azhar memperkirakan penutupan bandara di Arab Saudi hanya sampai 1-2 hari ke depan. Untuk itu, Azhar berpesan kepada travel perjalanan untuk mengantisipasi pemberangkatan jemaah umrah untuk kurun waktu satu minggu ke depan.
"Jadi saya sampaikan kepada jemaah yang mendapatkan informasi ini, untuk tetap tenang, tetap sabar. Kita menunggu update informasi terkini dari penerbangan dan situasi terkini tentu saja juga dari Tanah Suci," ucapnya.
Advertisement