Dua WNI Luka Ringan di Riyadh Usai Serangan Houthi

Dua WNI mengalami luka ringan di Riyadh pada 11 Oktober 2026 setelah serangan Houthi; KBRI menyebut keduanya dirawat lalu dipulangkan pada hari yang sama.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Dua WNI Luka Ringan di Riyadh Usai Serangan Houthi
Petugas pemadam kebakaran memeriksa kerusakan bangunan akibat puing-puing drone yang jatuh di Provinsi Taif, Arab Saudi bagian barat, Kamis (17/9/2026). Otoritas Arab Saudi mengatakan drone tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi Yaman dan berhasil dicegat. (Dok. Saudi Press Agency via AP)

Dua warga negara Indonesia mengalami luka ringan di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 Oktober 2026, di tengah rangkaian serangan kelompok Houthi.

Keduanya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit di Riyadh.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, mengatakan informasi mengenai kedua WNI tersebut diterima Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. "Berdasarkan informasi resmi yang diterima pada Selasa (13/10), kedua WNI tersebut masing-masing berinisial RM (45) dan ET (32)," kata Heni dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

RM, yang berusia 45 tahun, menjalani perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, Riyadh. Sementara itu, ET, 32 tahun, dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh.

KBRI Riyadh menyampaikan bahwa kedua WNI tersebut merupakan mukimin atau penduduk yang menetap di Arab Saudi, bukan jemaah umrah.

"Keduanya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada hari yang sama saat mengalami luka, yakni Minggu (11/10)," ujarnya.

Rekomendasi