Bank BSN Naikkan Status KC Purwokerto, Bidik Potensi Banyumas

Bank BSN resmi operasikan KC Purwokerto untuk dukung UMKM dan perkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bank BSN Naikkan Status KC Purwokerto, Bidik Potensi Banyumas
Bank BSN Naikkan Status KC Purwokerto, Bidik Potensi Banyumas

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi menaikkan status jaringan operasionalnya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dari Kantor Cabang Pembantu (KCP) menjadi Kantor Cabang (KC) Purwokerto. Langkah strategis ini diambil untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah yang terus bergeliat.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengungkapkan bahwa Kabupaten Banyumas menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Hal ini dibuktikan dengan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp81,26 triliun, didukung populasi sekitar 1,87 juta jiwa serta keberadaan 230 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Kehadiran Bank BSN di Purwokerto tentunya bukan tanpa alasan. Kami melihat Banyumas sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang sangat besar, ditopang aktivitas perdagangan, pendidikan, industri, serta berbagai usaha masyarakat yang terus berkembang," kata Alex dikutip di Jakarta, Senin (12/10).

Alex menegaskan bahwa peningkatan status ini wajib diiringi dengan lonjakan kualitas layanan, penguatan bisnis, serta kontribusi riil bagi warga setempat. Ia mendorong jajaran KC Purwokerto agar mampu menjadikan Bank BSN sebagai mitra keuangan utama masyarakat Banyumas, baik untuk transaksi harian maupun pengembangan usaha keluarga.

"KC Purwokerto harus mampu menjadi pilihan utama masyarakat Banyumas. Orientasinya bukan semata-mata mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan juga membangun kepercayaan, memahami kebutuhan nasabah, serta menghadirkan solusi keuangan syariah yang mudah diakses, modern, dan amanah," tambahnya.

Sinergi Ekosistem Strategis

Demi menggarap pasar Banyumas secara optimal, Bank BSN memperkuat sinergi lewat empat ekosistem strategis. Pertama, mendukung layanan keuangan dan digitalisasi Pemda serta BUMD. Kedua, mempermudah akses kepemilikan rumah warga bersama pengembang lokal. 

Ketiga, memberdayakan UMKM melalui sarana pembayaran digital (QRIS dan EDC), penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta platform digital Bale Syariah. Keempat, memperluas kemitraan di sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, organisasi keumatan, hingga pengelolaan ZISWAF dan program co-branding.

Ekspansi layanan di daerah ini sejalan dengan fondasi kinerja keuangan Bank BSN secara nasional yang terus tumbuh positif pada kuartal III-2026. Hingga September 2026, aset perseroan melesat 21,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp82,8 triliun.

Di fungsi intermediasi, pembiayaan yang disalurkan menembus Rp64,5 triliun (tumbuh 26,3% YoY), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) terkumpul Rp65,3 triliun (naik 14,8% YoY). Kinerja cemerlang ini mendorong perolehan laba perseroan hingga September 2026 menjadi Rp734 miliar, melonjak 24,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Peluang untuk Perkuat Ekosistem

Pada kesempatan terpisah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, menyambut hangat peresmian Bank BSN KC Purwokerto. Kehadiran cabang baru ini diyakini memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas. 

"Bagi kami, hadirnya Bank BSN di Kabupaten Banyumas, khususnya Purwokerto, bukan sekadar menambah pilihan layanan perbankan. Lebih dari itu, ini merupakan peluang untuk semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah kita," ungkapnya.

Ia menambahkan, beragam sektor unggulan Banyumas—mulai dari UMKM, perdagangan, pertanian, peternakan, perumahan, ekonomi kreatif, hingga pesantren—sangat membutuhkan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai kebutuhan.

Rekomendasi