Wadirut BSN Beberkan Strategi Perbankan Syariah Hadapi Krisis

Di forum IMF-World Bank Bangkok, Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha serukan pentingnya integrasi keuangan syariah untuk 250 juta warga ASEAN.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Wadirut BSN Beberkan Strategi Perbankan Syariah Hadapi Krisis
Wadirut BSN Beberkan Strategi Perbankan Syariah Hadapi Krisis

 

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran keuangan syariah sebagai pilar pembangunan berkelanjutan serta pemulihan ketahanan ekonomi global. Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama Bank BSN, Arga M. Nugraha, dalam forum internasional di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2026 di Bangkok, Thailand. 

Acara bertema “Keuangan Syariah: Dari Ketahanan Krisis menuju Pembiayaan Transisi” tersebut diinisiasi oleh Islamic Bank of Thailand (ibank) bersama International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC), serta diikuti sekitar 150 peserta dari kawasan ASEAN, Afrika, hingga Timur Tengah.

Dalam diskusi panel yang dipandu perwakilan IFESDC Murniati Mukhlisin, Arga membeberkan strategi daya tahan perbankan syariah menghadapi krisis. Ia menggarisbawahi pentingnya pergeseran model pembiayaan ke skema bagi hasil, pengukuran dampak nyata pembiayaan, hingga penguatan kerja sama lintas negara.

"Proses tukar pikiran dan dialog internasional harus terus dilakukan dan dijaga momentumnya, terutama untuk membantu mengurangi fragmentasi pasar keuangan syariah di ASEAN," ujar Arga dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Arga menambahkan, penyatuan dan keselarasan (interoperability) pasar syariah di tingkat regional sangat krusial untuk membuka akses keuangan yang inklusif bagi lebih dari 250 juta umat Muslim di ASEAN.

Sebelumnya, Sheikhul Islam Tailan, Yang Mulia Arun Boonchom, menegaskan dalam pembukaan bahwa keuangan syariah bersandar pada Maqasid al-Shariah yang menjunjung keadilan sosial, prinsip kesetaraan, pembagian risiko secara terbuka, dan perlindungan harta demi kesejahteraan bersama.

Dorong Penyatuan Dana Sosial Islam

Diskusi yang turut menghadirkan Presiden Islamic Bank of Thailand Thaweelap Rittapirom dan Presiden INCEIF University Mohd. Azmi Omar ini menyepakati bahwa instrumen sukuk serta akad musyarakah dan mudharabahberpotensi besar mengalirkan pembiayaan ke sektor energi terbarukan, infrastruktur hijau, hingga Usaha Kecil dan Menengah (UKM). 

Tak hanya itu, forum juga mendorong penyatuan dana sosial Islam seperti zakat dan wakaf ke dalam ekosistem keuangan yang lebih luas untuk menekan angka kemiskinan dan memperkuat jaring pengaman sosial.

Sementara itu, Pimpinan Islamic Development Bank (IsDB) Group, Muhammad Sulaiman Al Jasser, mengingatkan bahwa kemajuan industri syariah tidak boleh sekadar diukur dari lonjakan nilai aset. Dampak nyata terhadap taraf hidup masyarakat serta daya tahan komunitas harus menjadi tolok ukur utama.

Sebagai langkah nyata dari pertemuan ini, ibank selaku tuan rumah bakal merumuskan rekomendasi kebijakan bertajuk 'Bangkok Policy Note;. Dokumen ini ditargetkan menjadi rujukan pengembangan Keuangan Transisi Islam melalui penguatan kelembagaan, perluasan inklusi, hingga integrasi ekosistem syariah ASEAN ke kancah global.

Rekomendasi