346 Rumah di Selayar Rusak akibat Gempa Larantuka, 6 Warga Luka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memperbarui data dampak bencana Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang berpusat di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekurangnya 346 rumah dilaporkan rusak dan 6 orang warga dinyatakan luka-luka akibat bencana itu.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
346 Rumah di Selayar Rusak akibat Gempa Larantuka, 6 Warga Luka
Kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar akibat gempa Larantuka. ©2021 BNPB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), memperbarui data dampak bencana Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang berpusat di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekurangnya 346 rumah dilaporkan rusak dan 6 orang warga dinyatakan luka-luka akibat bencana itu.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sulsel Andi Wahid mengatakan asesmen atau pendataan dampak pascagempa sempat terkendala. Pasalnya, jaringan komunikasi terputus di wilayah terdampak langsung gempa.

"Koordinasi sempat terputus karena sulit komunikasi di sana. Apalagi di sana wilayah kepulauan," ujar Wahid kepada merdeka.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/12).

Kerusakan Terbanyak di Kecamatan Pasimarannu

Meski demikian, berdasarkan pendataan sementara, setidaknya ada 346 rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan rumah terbanyak ditemukan di Kecamatan Pasimarannu, yakni 298 unit.

"Dua rumah ibadah, 2 sekolah, dan 2 tambatan perahu," kata Wahid.

Sementara itu, di Kecamatan Pasilambena, wilayah terdekat dengan titik gempa, 34 rumah warga rusak. Dua gudang yang berada di Desa Karumpa juga mengalami kerusakan.

"Untuk di Kecamatan Takabonerate ada satu rumah rusak. Kecamatan Pasimasunggu terdata sementara 4 rumah warga rusak dan satu sekolah rusak," urainya.

Wahid menambahkan, enam orang warga mengalami luka-luka pascagempa. Ia menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan hingga saat ini masih dilakukan pendataan.

Rekomendasi