Jabar Target Vaksinasi Covid 1,4 Juta Anak Usia 16-11 Tahun di 9 Kabupaten/Kota

Sehingga mereka harus mencapai target yang telah ditentukan dulu baru boleh melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Jabar Target Vaksinasi Covid 1,4 Juta Anak Usia 16-11 Tahun di 9 Kabupaten/Kota
Ilustrasi vaksinasi anak usia 6-11 Tahun. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Nina Susana Dewi mengatakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Jawa Barat saat ini baru digelar di sembilan kabupaten/kota. Sembilan kabupaten/kota itu adalah yang sudah mencapai target lebih dari 70 persen untuk total dosis 1 dan lebih dari 60 persen untuk dosis lansia.

"Ada sekitar 1,4 juta anak 6-11 tahun itu targetnya untuk sembilan kabupaten/kota. Jadi hari ini mereka mendapatkan kick-off. Setelah itu mereka akan melakukan suntikan 6-11 tahun seluruhnya," katanya usai meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN Depok 01, Selasa (14/12).

Sedangkan untuk wilayah yang belum mencapai target belum diperbolehkan melaksanakan vaksinasi anak. Sehingga mereka harus mencapai target yang telah ditentukan dulu baru boleh melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Diharapkan se-Jawa Barat lebih meningkat lagi yang sudah divaksinnya sampai ke anak-anak sehingga herd immunity bisa tercapai lebih cepat. Ditargetkan vaksinasi anak bisa terselesaikan dengan cepat di Jabar.

"Diharapkan sebetulnya secepatnya ya, kalau mereka ada, seperti tadi misalnya Depok. Depok ada 200 ribu, nah hari ini kan ada sekitar 250 yang di vaksin, kalau mereka tiap hari bisa (digelar ), 10 hari bisa selesai kan. Jadi dalam 2021 bisa selesai untuk yang di sembilan kabupaten/kota untuk yang lain makanya harus lebih dari 70 persen dulu cepat," tukasnya.

Dikatakan dia untuk mengejar target anak usia 6-11 tahun yang divaksin di Jabar, diakui tidak mungkin selesai di akhir tahun 2021. Karena target yang disasar se-Jabar cukup banyak.

"Anak di Jabar yang sembilan kabupaten/kota saja 1,4 juta. Jadi sebetulnya kalau kita ingin mencapai 70 persen dari seluruh sasaran, masih ada perlu waktu lagi untuk Jabar tidak bisa 31 Desember. Jadi masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum tercapai sehingga kita menunggu keseluruhan," ungkapnya.

Nina menambahkan, se-Jabar saat ini vaksinasi sudah mencapai 68 persen. Artinya masih ada sisa 2 persen lagi untuk mencapai target 70 persen.

"Kan dari sasaran yang harusnya tercapai lebih dari 70 persen se jawa barat, kita baru mencapai sekitar 68 persen, jadi ada 2 persen lagi yang untuk mencapai lebih dari 70 persen, Jawa barat itu," tukasnya.

Terkait dengan varian Omicron, sambung dia, merupakan strain baru. Hingga kini belum bisa dipastikan apakah varian tersebut ada atau tidak di Indonesia. Dia menegaskan untuk empat kasus yang terjadi di Bekasi bukan termasuk varian Omicron.

"Omicron itu strain baru, tapi untuk Indonesia kita belum bisa mengatakan ada atau tidak. Yang dinyatakan oleh Kemenkes kemarin bahwa itu bukan. Jadi empat yang di Bekasi itu bukan. Nah, rencananya Kemenkes akan memberikan pada kita suatu reagen atau primer untuk Omicron," ungkapnya.

Setelah mendapat informasi dari Kemenkes nanti pihaknya akan melakukan pemeriksaan. Dia berharap agar vairan Omicron benar-benar tidak masuk ke Indonesia.

"Mudah-mudahan sih memang enggak ada ya, jangan masuk ke Indonesia walaupun gejalanya mirip tapi kan percepatannya untuk menular tuh sangat cepat. Tetapi gejalanya sama, dan dia memang orang yang sudah divaksin pun dia kuat gitu, maksudnya bisa masuk. Tetapi walaupun bagaimana sudah divaksin tuh sudah aman, tidak berat dan tidak menyebabkan meninggal," pungkasnya.

Rekomendasi