Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai membangun Instalansi Pengolahan Air (IPA) Sitanala, Kota Tangerang. Fasilitas itu diharapkan dapat melayani kebutuhan air bersih 50 ribu keluarga di 5 wilayah kecamatan di Kota Tangerang.
Peletakan batu pertama pembangunan IPA Sitanala berlangsung di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Kamis (7/10). Proyek ini diperkirakan akan rampung pada 2022.
Direktur Air Minum pada Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Anang Muchlis mengungkapkan, IPA Sitanala diproyeksikan mampu mendistribusikan air bersih sebanyak 500 liter per detik.
"Jadi pembangunan IPA Sitanala ini berkapasitas 500 liter sudah dilakukan sejak 2 minggu lalu. Tapi pelaksanaannya 390 hari kalender atau 13 bulan. Jadi dipastikan, tahun 2022 pembangunan tahap satu sudah selesai," kata Anang di lokasi IPA Sitanala.
Dia menjelaskan, air bersih yang diproduksi IPA Sitanala bersumber dari baku mutu air Sungai Cisadane. Ke depannya, pengelolaan IPA tersebut akan dilakukan Perumdam Tirta Benteng Kota Tangerang.
"Akan ada 5 kecamatan yang terlayani air bersih dari IPA Sitanala ini, seperti Kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, Periuk, dan Neglasari," jelasnya.
Anang menuturkan, pada tahap awal pendistribusian air bersih di 5 wilayah kecamatan tersebut, IPA Sitanala mampu mendorong 500 liter air per detik. Kemampuannya akan ditingkatkan menjadi 1.000 liter per detik.
"Total pada tahap awal dengan kekuatan 500 liter per detik, akan ada 50 ribu sambungan rumah dan 200 ribu jiwa. Tahap selanjutnya pada IPA Sitanala ini akan ditambah sampai 1.000 liter per detik," ucap dia.
Dia menerangkan, berdasarkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, masyarakat Indonesia harus bisa mengakses air minum layak sebanyak 100 persen dan air minum aman 15 persen. Akan tetapi sampai saat ini, realisasi dari target itu baru mencapai 90, 21 persen.
"Atau masih kurang 9.79 persen lagi. Makanya, ini bagian dari percepatan dari akses masyarakat untuk mendapatkan air minum, air bersih, aman dan layak," jelas Anang.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, sebenarnya kebutuhan air bersih masyarakat adalah 1.000 liter per detik, berdasarkan hasil survei real demand survey MDS. "Jadi untuk sasaran zona 2 dengan 5 kecamatan tersebut dibutuhkan 1.000 liter per detik," kata Dirut PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sumarya.
Dia menargetkan, pipa dari IPA Sitanala akan menggantikan penggunaan air tanah yang selama ini masih digunakan masyarakat sebagai sumber air utama. Mereka nantinya akan menggunakan air baku Sungai Cisadane untuk kebutuhan air bersihnya.
"Ini rangkaian dari ada juga kita dapat hibah intake di tahun 2018, nah sekarang tinggal instalasi pengolahannya," kata dia.