Tim penjinak bom (Jibom) melakukan proses disposal (pemusnahan) bahan peledak yang masih tersisa, setelah peristiwa ledakan di dalam gudang penyimpanan bahan peledak di Brimob Polda Jateng, Rabu (18/9). Selama proses disposal, petugas menghentikan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Masih ada 24 jenis bahan peledak yang belum didisposal. Total 40, baru didisposal 16, jadi tim olah TKP belum bisa masuk dimungkinkan belum aman," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat di Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (18/9).
Dia menjelaskan untuk proses disposal dilakukan di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. "Untuk proses sendiri tim evakuasi bahan peledak letakkan di suatu tempat bom basket untuk siap diledakkan," ujarnya.
Terkait penyebab ledakan gudang penyimpanan, Kapolda belum bisa memastikan. "Menunggu aman dulu, baru tim masuk olah TKP. Sampai saat ini masih belum diangkat sisa bahan peledak di dalam," jelasnya.
Untuk diketahui, peledak yang disimpan di gudang Mako Brimob Srondol meledak pada Sabtu (14/9) pagi. Ledakan tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan seorang perwira polisi terluka ringan akibat pecahan kaca.
Setidaknya ada 44 rumah yang rusak akibat peristiwa itu. Polda Jawa Tengah segera memperbaiki rumah warga yang rusak dan masih berlangsung hingga saat ini.