Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengunjungi Pesantren De Muttaqin di Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY, Selasa (3/4). Dalam kesempatan itu Puan meninjau pesantren yang berisi 21 orang anak yatim piatu yang dipersiapkan menjadi hafidz.
Didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy, Wakapolri Komjen Syafruddin, Puan melihat bagaimana anak-anak berusia sekolah dasar ini begitu fasih membacakan ayat-ayat suci. Selain itu mereka juga mampu menghafal isi Al-Quran.
"Saya diberitahu Pak Wakapolri. Saya tanya tempat apa ini? Saya baru sekali ini mendengar. Kata Pak Wakapolri, Bu Menko harus datang. Melihat anak-anak membaca dan menghafal Al-Quran," ujar Puan, Selasa (3/4).
Puan menyebut bahwa anak-anak yang tengah menempuh pendidikan di Ponpes De Muttaqin ini memiliki bakat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT. Tanpa karunia dari Allah SWT, kata Puan, para santri tidak akan bisa menghafal.
"Bakat santri-santri ini luar biasa. Bisa hafal Al Quran surat apa, ayat berapa dan halaman berapa. Saya harap (selain belajar Al Quran), pendidikan umum juga bisa mereka dapatkan sesuai umurnya. Negara harus hadir untuk membantu itu. Makanya ini saya ajak Pak Mendikbud," ungkap Puan.
"Kalau sudah kuliah insya Allah semuanya bisa masuk UGM," ujarnya.
Puan menerangkan jika pemerintah punya kewajiban membantu anak-anak agar memiliki masa depan yang lebih baik. Anak-anak ini, sambung Puan, nantinya agar berguna bagi bangsa dan negara.
Dalam kunjungannya ke Ponpes De Muttaqin Puan juga memberikan bantuan berupa Al Quran. Al Quran bantuan dari Puan ini dibagikan langsung kepada para santri di De Muttaqin.
Akhlak yang baik merupakan bagian dari revolusi mental. Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, revolusi mental dapat diwujudkan dengan pendidikan berkualitas dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Kunjungan ke Pondok Pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqin juga dilaksanakan dalam rangka merefleksikan revolusi mental tersebut. Selain menghafal Al-Qur’an sesuai ajaran Islam dan meneguhkan budaya keagamaan, para santri juga didorong menguasai pelajaran umum agar unggul dalam kompetisi di masa yang akan datang.
Saat kunjungan tersebut Menko PMK berkesempatan meminta salah satu hafiz untuk melafalkan bacaan Al-Qur'an secara acak. Menko PMK juga berkesempatan untuk memberikan bantuan berupa 40 buah Al-Qur'an dan 300 buku bacaan anak SD serta 20 sarung dan sajadah.
Saat ini, Pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqin memiliki santri sebanyak 21 orang yang berasal dari berbagai daerah. Usia santri rata-rata antara 6-11 tahun.