Penyidik Polda Metro Jaya terus memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk Closed Circuit Television (CCTV), terkait aksi demonstran pada 4 November lalu yang berakhir ricuh tersebut. Lima orang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah ditetapkan sebagai tersangka."Secara spesifik masih di dalami karena kejadian chaos membabi buta secara satu persatu. Tapi kita bisa buktikan dari rekaman CCTV siapa berbuat apa? Melakukan apa itu akan terlihat dari pemeriksaan digital forensik. Tapi spesifik siapa yang melakukan penusukan itu yang belum kita temukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, di Polda Metro Jaya, Rabu (9/11).Dalam hal ini, Awi mengatakan penyidik mengedentifikasi bahwa dalam kericuhan demo 4 November lalu, berpotensi masih ada dugaan tersangka lainnya selain lima kader HMI tersebut."Karena banyak sebenarnya rekan-rekan tersangka ini, banyak potensi tersangka. Banyak karena masa (Pendemo HMI), kembali lagi kita harus mengidentifikasi satu persatu," tegas Awi.Sementara itu, sekretaris jenderal HMI, bernama Ami Jaya Halim (31) dibebaskan karena penyidik memiliki pertimbangan secara subjektif selama pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Namun, status tersangka masih melekat.Selain itu, lanjut Awi, pihaknya kini tengah mencari orator yang memicu kerusuhan saat aksi massa 4 November lalu, di mana lima kader HMI tersebut mengaku terpengaruh atas arahan dari mobil komando."Itu yang menjadi tugas utama penyidik untuk mengungkap benang merah kemarin. Ini ada yang nyuruh tidak. Berpengaruh tidak perintah-perintah mobil komando itu. Siapa yang suruh," pungkas Awi.
Polda Metro buka peluang tersangka rusuh demo 4 November bertambah
Polda Metro buka peluang tersangka rusuh demo 4 November bertambah. Penyidik Polda Metro Jaya terus memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk Closed Circuit Television (CCTV).
Advertisement
Rekomendasi