Api Tidak Terlihat, Tapi Gambut di Banjar Kalsel Masih Berasap

Hotspot di Kalimantan Selatan sempat mengalami penurunan signifikan.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Api Tidak Terlihat, Tapi Gambut di Banjar Kalsel Masih Berasap
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto AP/Stefanus Taman)

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menuturkan kondisi lahan gambut di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan saat ini masih mengeluarkan asap meski api di permukaan tidak terlihat. Hal itu terungkap saat dia meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raja Juli mengatakan, lokasi yang ditinjau berada di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung. Sementara itu, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare. Menurutnya, karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.

“Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atas tapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi,” ujar Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026).

Menhutnya, hotspot di Kalimantan Selatan sempat mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data SiPongi Kemenhut, jumlah hotspot pada 21 Agustus mencapai 157 titik, kemudian turun menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus pukul 21.00 WIB. Berdasarkan pemantauan pagi ini (23/8/2026) pukul 06.00 hari ini, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik.

“Dari 157 turun menjadi 11, hari ini 44,” katanya.

Dia menyebut hotspot tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan dan Tapin.

Menurut dia, penurunan hotspot sebelumnya tidak terlepas dari operasi gabungan melalui pengerahan pasukan darat dan dukungan operasi udara. Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta BNPB dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dalam operasi water bombing, sebanyak 176 kali pengeboman dilakukan dalam satu hari.

“Sekali lagi efektif untuk menurunkan titik panas di Kalimantan Selatan ini,” ujarnya.

Meski titik panas menurun, Menhut meminta agar semua pihak tetap waspada. Hal ini lantaran El Nino masih berlangsung dengan puncak pada September.

“Jangan ada lagi petani, atau perusahaan yang melakukan land clearing dengan cara membakar,” tagasnya.

Rekomendasi