Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala richter yang terjadi di wilayah Tanggamus Lampung. Namun gempa ini tidak menyebabkan bahaya tsunami."Gempa bumi tektonik ini terjadi karena adanya pergerakan atau subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di selatan Selat Sunda," kata Kabid Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui KUPT Meteorologi Maritim BMKG Lampung, Sugiono di Bandarlampung, Jumat (6/5).Menurut dia, gempa bumi bisa dirasakan di berbagai daerah di Lampung dan Banten. Berdasarkan informasi peta tingkat guncangan (Shake Map BMKG), tampak bahwa guncangan gempabumi di daerah Bandarlampung, Kota Agung, dan Liwa mencapai skala intensitas III MMI (II SIG BMKG) dan di Anyer, Serang, serta Labuan dirasakan dalam skala intensitas II MMI (I SIG BMKG)."Gempa bumi ini merupakan gempa dangkal yang terjadi pada kedalaman 43 kilometer atau lebih tepatnya di Samudra Hindia pada jarak 122 kilometer arah selatan Kota Agung Tanggamus," ujarnya.Ia juga menyebutkan, hiposenter gempa bumi ini terletak di zona transisi Megathrust-Benioff, yaitu zona subduksi lempeng yang mulai menukik di bawah lempeng Eurasia di selatan Selat Sunda."Gempabumi ini tidak berpotensi merusak dan mengakibatkan tsunami sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," kata dia.Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan khawatir. Gempa bumi yang terjadi di wilayah Tanggamus Lampung tidak berpotensi dan menimbulkan kerusakan.Berdasarkan BMKG, Jumat (6/5), sekitar pukul 09.04 WIB terjadi gempabumi tektonik berkekuatan M 5,3 di zona Selat Sunda. Pusat gempa bumi ini terletak pada koordinat 6,46 Lintang Selatan dan 104,27 Bujur Timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak 122 kilometer arah selatan Kota Agung, Lampung dengan kedalaman hiposenter 43 kilometer.
Gempa 5,3 skala richter guncang wilayah Tanggamus Lampung
Gempa bumi yang terjadi di wilayah Tanggamus Lampung tidak berpotensi dan menimbulkan kerusakan.
Advertisement
Rekomendasi