Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara

Acara dialog berlangsung dalam acara Rapat Upaya Khusus 'Peningkatan Industri Perberasan' di Kantor Kementan.

Debby Restu Utomo
Oleh Debby Restu Utomo - Editor
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdiri sejajar dengan KASAD Mulyono saat membuka dialog dengan petani dan pengusaha penggilingan beras dalam acara Rapat Upaya Khusus 'Peningkatan Industri Perberasan' di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (26/8). ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
1 dari 6 halaman
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan sambutan saat membuka dialog dengan petani dan pengusaha penggilingan beras dalam acara Rapat Upaya Khusus 'Peningkatan Industri Perberasan' di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (26/8). ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
2 dari 6 halaman
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Acara tersebut dihadiri lebih dari 4.300 orang petani dan pengusaha penggilingan padi dari seluruh nusantara. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
3 dari 6 halaman
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Salah satu petani bersalaman dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
4 dari 6 halaman
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengajak dialog dengan salah satu petani. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
5 dari 6 halaman
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengajak dialog sejumlah petani dan pengusaha penggilingan padi. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
6 dari 6 halaman
Mentan Andi ajak dialog ribuan petani & pengusaha seluruh nusantara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengajak dialog sejumlah petani dan pengusaha penggilingan padi. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Rekomendasi