Ketua DPR, Setya Novanto mengatakan, Presiden Joko Widodo menyetujui rencana pembangunan gedung baru DPR. Pembangunan gedung baru ini diharapkan menjadi ikon nasional dan memperkuat kinerja DPR.Gedung baru itu bakal diperuntukkan sebagai perpustakaan, museum, pusat penelitian, dan ruang kerja anggota serta tenaga ahli anggota dewan. Proses pembangunannya akan dimulai pada 16 Agustus 2015 setelah Presiden Jokowi menyampaikan pidato nota keuangan.Dia menyatakan pembangunan ini sebagai ikon nasional. Hal itu juga sebagai penanda DPR sebagai parlemen modern.Tak seperti proyek DPR yang lain. Hampir sebagian besar fraksi partai politik sepakat dengan gagasan pembangunan gedung baru DPR.
Advertisement
Mereka beralasan gedung tersebut adalah kebutuhan mendesak. Ruang lama yang mereka tempati sudah usang dan tak layak pakai."Setuju karena kebutuhan. Gedung yang ditempati sekarang sudah tidak mampu lagi menahan beban dan rentan terhadap bahaya kebakaran," kata anggota komisi III DPR dari PKS Nasir Djamil saat dihubungi merdeka.com, Senin (27/4).Selain itu, lanjut Nasir, gedung yang ditempati anggota dewan saat ini tak sesuai dengan banyaknya ruangan yang diperlukan untuk menampung tenaga ahli dan sekretaris pribadi."Di samping dengan adanya penambahan 5 tenaga ahli dan 2 asisten pribadi membuat ruangan anggota dewan semakin sempit," tegasnya.Senada, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukriyanto berharap gedung baru DPR dapat diprioritaskan sebagai perpustakaan. Bahkan, dia berharap perpustakaan di kompleks parlemen nantinya menjadi terbesar dan terlengkap se-Asia Tenggara.Selain itu, nantinya perpustakaan dapat menjadi riset center bagi masyarakat. Sehingga, kata dia, keduanya digabung."Kami harus membuka diri antara rakyat dan DPR, perpustakaan tentunya fungsional harus menjadi prioritas, menjadi riset center dari anak bangsa harapan kami bisa menjadi kebanggaan bangsa terbesar dan terlengkap minimal perpustakaan menjadi terlengkap di Asia tenggara," kata Didik di Gedung DPR, Jakarta.
Advertisement
Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menyatakan tak kaget dengan sikap anggota dewan yang sepakat atas proyek tersebut. Pembangunan gedung baru itu menguntungkan secara langsung untuk mereka."Inilah tipikal anggota DPR, kalau menyangkut mereka kompak kalau urusan rakyat terpecah-belah karena itu tidak ada keuntungan secara langsung," terang dia.Lebih jauh, dia tak yakin gedung baru tersebut memang dibutuhkan oleh DPR. Setiap periode selalu ada saja proyek bernilai triliunan yang tak masuk akal."Dari dulu selalu da, cuma alasannya yang berbeda-beda. Selalu dicari-cari dari gedung makin penuh sampai yang perlu pengembangan," pungkas dia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374975/original/044565900_1792117625-IMG_20261016_082623.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374979/original/065069800_1792117724-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_17.25.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374833/original/068913700_1792072307-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_18.28.36__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9357787/original/085853200_1790306308-Screenshot_2015-09-25_101759.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374955/original/075408400_1792115653-email-attachment_2026_10_15_arie-sunaryo_diperiksa-kpk-14-jam-bupati-hamenang-minta-maaf-dan-dibawa-ke-jakarta_IMG-20261015-WA0080.jpg)