Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku kenal baik dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Saking dekatnya, kata Roy, keduanya saling menyapa dengan kata bro.
Tapi kedekatan itu saat ini tengah terusik. Sebabnya, dua instansi yang mereka pimpin yakni Pemprov DKI dan Kemenpora terlibat ketegangan karena proyek MRT.
Di satu kesempatan, Ahok menyampaikan statement yang menyebut keterlambatan proyek Mass Rapid Transit (MRT) karena Kemenpora. Pernyataan itu dimuat di media nasional Tanah Air.
Roy tak terima instansinya disudutkan. Roy menyebut DKI lah yang baru memberikan sejumlah persyaratan terkait izin alih fungsi lahan Stadion Lebak Bulus.
Ahok coba meluruskan, dan ternyata benar kesalahan ada di anak buahnya. Roy pun berang Ahok sudah umbar pernyataan ternyata kesalahan ada di pihaknya.
Berikut kelanjutan cerita ketegangan Roy dan Ahok:
Advertisement
Roy atas nama Kemenpora mensomasi Ahok
Tanggal 9 Juni kemarin, Roy Suryo atas nama Kemenpora resmi mensomasi Ahok. Tidak menganggap Ahok sudah menyudutkan instansi karena mengatakan pada publik Kemenpora lah penyebab terlambatnya megaproyek tersebut.
"Kemenpora mengirimkan somasi kepada Pemprov DKI, dalam hal ini Plt Gubernur DKI agar segera meminta maaf dan mencabut pernyataan bahwa yang menghambat proyek MRT adalah Kemenpora," kata Roy Suryo saat memberikan keterangan pers di kantornya.
Roy memberi tenggat waktu 3 x 24 jam agar Ahok segera meminta maaf dan memberikan klarifikasi soal pernyataan yang dilontarkan sebelumnya.
"Kalau sampai batas waktu 3 x 24 jam, terhitung somasi kami layangkan tidak mendapat jawaban, maka kami akan lapor ke pihak berwajib. Ini serius," kata Roy.
Advertisement
Ahok sampaikan permohonan maaf lewat BBM
Ahok mengaku santai dengan somasi yang dilayangkan Roy Suryo dan Kemenpora. Dia yakin dengan kedekatan yang terjalin, masalah ini bisa selesai cukup dengan mengirim pesan BlackBerry Messenger (BBM).
"Diselesaikan secara BBM. Orang gue baik sama dia. BBM saja," ujar Ahok.
Menurut Ahok, yang mensomasi dirinya bukannya Roy Suryo tetapi staf bagian hukum Kemenpora. Ahok menegaskan Roy Suryo tidak mengetahui somasi tersebut karena baru pulang dinas dari Malaysia.
"Dia bilang 'saya baru pulang dari Sabah, Malaysia dan Halmahera kemarin dan dikasih tahu sama kantor kalau ada berita yang sangat menyudutkan Kemenpora beberapa minggu lalu. Lalu, copi sertifikatnya baru diterima tadi saat preskon dimulai. Jadi sudah terlanjur buru-buru dan belum cek ke saya'. Gitu dia bilang, tapi saya sudah BBM kok," kata dia.
Ahok menegaskan dirinya tak pernah mengeluarkan statement itu. "Saya kayaknya enggak komentar itu deh. Siapa sih yang komentar itu?" pungkas dia.
Advertisement
Roy ogah layani permintaan maaf Ahok lewat BBM
Roy Suryo belum menganggap masalah ini selesai hanya dengan Ahok mengirim BBM. Roy tak akan mencabut somasi yang telah dilayangkan.
"Somasi tetap berjalan karena ini Pelajaran Tertib Administrasi, bukan selesai melalui BBM-an. Apalagi setelah menebar tuduhan yang salah dan pernyataan bohong melalui headline media-media cetak ternama selama beberapa hari berturut-turut," terang Roy kepada merdeka.com , Selasa (10/6).
Dia juga meminta masyarakat untuk menilai sendiri bagaimana cara Ahok meminta maaf pada pihaknya. Ahok diminta melakukan permohonan maaf secara formal.
"Mengakui kesalahan saya rasa tidak bisa dilakukan secara BBM yah, lakukan lah secara formal. Pemimpin yang baik justru bertanggung jawab terhadap institusinya bukan sekadar menyalah-nyalahkan anak buahnya, yang juga tetap kesalahan manajemennya," tambahnya.
Politikus Partai Demokrat itu juga meminta Ahok memantau kerja anak buahnya agar kejadian ini tak kembali terulang ke depannya. Dia memastikan somasi itu diketahui dirinya.
"Tanggung jawab Pak Ahok lah untuk menegur staf-stafnya yang ternyata lalai dalam tugas-tugasnya," tegas Roy.
Advertisement
Sudah minta maaf, Ahok bingung maunya Roy Suryo
Ahok sudah melayangkan permohonan maaf pada Roy Suryo meski lewat BBM. Tapi Roy tak terima dan minta dilakukan secara normal.
Ahok bingung dengan sikap Roy. Apalagi dia merasa tak pernah berucap menyudutkan Kemenpora.
"Sekarang Pak Suryo itu ngincar Ahok atau pemprov? Iya kan. Kalau somasi ke saya mah salah kamar kali. Masa ke Ahok? Aku enggak pernah ngomong kok. Itu kan Pemprov kan. Orang enggak ada salah minta maaf gimana," ujar Ahok.
Ahok mengatakan saat ini Pemprov DKI masih menunggu surat somasi yang dilakukan Kemenpora. Politikus Gerindra ini menegaskan Pemprov DKI akan membalas surat tersebut secara hukum.
"Kalau kamu mau minta Pemprov DKI yang minta maaf ya kita tunggu surat somasinya, kita balas secara hukum," jelasnya.
Advertisement
Roy pastikan somasi pada Ahok tetap berjalan
Roy Suryo, merasa takut cukup dengan BBM permohonan maaf yang dilayangkan Ahok. Dia dan Kemenpora tetap ngotot mantan bupati Belitung Timur itu.
Buat Roy, somasi itu bentuk peringatan agar seorang pejabat tak seenaknya mengumbar pernyataan sementara cek dan ricek dengan bawahan belum dilakukan.
"Jadi somasi ini sebenarnya adalah peringatan, kasih sayang, antara instansi. Satu instansi dalam hal ini Kemenpora kepada Pemprov DKI Jakarta," ujar Roy.
Roy menyayangkan pernyataan Ahok yang menyudutkan instansinya. Padahal, kesalahan justru dilakukan jajaran Pemprov DKI.
"Dengan sangat lantang tanpa melakukan cross check sendiri di dalam instansinya, sudah langsung menyalahkan keterlambatan MRT kepada pemerintah pusat dan langsung dituduh Kemenpora yang menghambat dengan tidak memberikan rekomendasi pemindahan stadion Lebak Bulus," ujarnya.
Roy berharap dengan langkah somasi yang diambil, Ahok tidak lagi sembarang membuat pernyataan.
"Kalau soal somasi saya kira itu harus dilakukan karena kita menerapkan tertib peraturan. Saya hanya menyayangkan kenapa Pak Ahok tidak koreksi dulu ke dalam. Tapi sudah buru-buru Pemprov DKI menyalahkan pemerintah pusat," jelasnya.