Popularitas Matcha Meluas di Indonesia dan Dunia, Dubes Jepang Soroti Inovasi Kuliner
Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Yonetani Koji, mengungkapkan bahwa popularitas Matcha kini semakin meluas di berbagai negara, termasuk Indonesia, didorong oleh beragam inovasi kuliner.
Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Yonetani Koji, menyatakan bahwa teh hijau bubuk khas Jepang, matcha, kini semakin digemari di banyak negara, termasuk Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara kuliner bertajuk "Experience Japanese Food Culture" di Jakarta pada Selasa (10/12). Acara tersebut diselenggarakan oleh Misi Jepang untuk ASEAN.
Peningkatan popularitas matcha ini tidak hanya terbatas pada konsumsi tradisional. Matcha kini banyak diolah menjadi berbagai inovasi modern. Mulai dari matcha latte, kue matcha, hingga cokelat matcha, tren ini berkembang seiring dengan semakin populernya kuliner Jepang secara global.
Dubes Yonetani melihat fenomena ini sebagai peluang besar untuk memperkenalkan budaya Jepang lebih luas. Melalui minuman teh hijau ini, Jepang berharap dapat menjalin kerja sama di sektor ekonomi dan pariwisata dengan negara-negara ASEAN.
Popularitas Matcha dan Inovasi Kuliner
Matcha, teh hijau bubuk yang berasal dari Jepang, telah menarik perhatian global berkat cita rasa unik dan manfaat kesehatannya. Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Yonetani Koji, mengamati bahwa Jakarta dan banyak kota lain di seluruh dunia menunjukkan peningkatan minat terhadap produk ini. Fenomena ini menandakan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semakin terbuka terhadap kuliner internasional.
Transformasi matcha dari minuman tradisional menjadi bahan baku inovatif menjadi salah satu pendorong utama popularitasnya. Yonetani menuturkan bahwa matcha tidak lagi hanya dinikmati dalam upacara minum teh, melainkan telah diadaptasi ke dalam berbagai produk kuliner modern. Inovasi ini mencakup minuman seperti matcha latte, berbagai jenis kue, dan bahkan cokelat.
Perkembangan tren ini sejalan dengan meningkatnya kepopuleran kuliner Jepang secara keseluruhan. Masyarakat semakin akrab dengan hidangan Jepang, yang secara tidak langsung turut mengangkat citra dan permintaan akan matcha. Kehadiran matcha dalam berbagai bentuk produk menunjukkan fleksibilitasnya dalam dunia kuliner kontemporer.
Filosofi Chado dan Potensi Kerja Sama
Dalam acara promosi budaya tersebut, proses pembuatan matcha dan upacara minum teh, atau Chado, turut diperlihatkan. Chodo Urasenke Tankokai Indonesia Association membawakan demonstrasi ini, memberikan gambaran mendalam tentang warisan budaya Jepang. Upacara teh ini bukan sekadar ritual, melainkan cerminan filosofi mendalam.
Dubes Yonetani menjelaskan bahwa Chado mencerminkan semangat saling menghormati dan berbagi momen damai. Semangat ini berasal dari ajaran Sen-no Rikyu, grand master of Chado pada abad ke-16, di tengah periode perang internal di Jepang. Filosofi ini menekankan pentingnya kebersamaan dan ketenangan di antara semua peserta upacara minum teh.
Yonetani percaya bahwa semangat Chado memiliki keselarasan dengan visi bersama antara ASEAN dan para mitranya. Visi ini adalah tekad untuk berkontribusi pada perdamaian dan kesejahteraan di kawasan serta di tingkat global. Jepang berharap dapat memperkenalkan kebudayaan melalui minuman teh hijau ini sebagai jembatan diplomasi budaya.
Selain itu, Jepang juga berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat di sektor ekonomi dan pariwisata dengan negara-negara ASEAN. Promosi budaya seperti ini diharapkan dapat membuka peluang baru. Melalui pertukaran budaya dan kuliner, hubungan antarnegara dapat semakin diperkuat.
Tantangan Produksi Matcha Global
Di balik popularitasnya, matcha menghadapi tantangan tersendiri dalam hal produksi. Dubes Yonetani mengungkapkan bahwa matcha merupakan produk yang sangat istimewa dan terbatas. Bahkan, Jepang sendiri mengalami kekurangan pasokan matcha akibat tingginya permintaan global yang terus meningkat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi matcha belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan permintaan dari berbagai negara. Untuk mengatasi masalah ini, Jepang sedang berupaya untuk menambah jumlah produsen matcha. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan produk di pasar internasional.
Pada kesempatan yang sama, Dubes Yonetani juga menyampaikan simpati mendalam kepada pihak-pihak yang terdampak banjir di Indonesia, Thailand, dan wilayah lain di kawasan. Ia berharap para korban dapat segera menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak mereka. Meskipun tidak terkait langsung dengan matcha, pernyataan ini menunjukkan kepedulian Jepang terhadap isu kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews