Politisi Demokrat Nilai Laporan PA 212 Untuk Mencari Keadilan

Jumat, 8 Februari 2019 16:53 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Politisi Demokrat Nilai Laporan PA 212 Untuk Mencari Keadilan ferdinand hutahaean. ©2018 Merdeka.com/hari ariyanti

Merdeka.com - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai wajar jika Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Pelaporan tersebut dilakukan oleh Persatuan Alumni (PA) 212.

Dia merasa laporan itu wajar bagi pihak yang merasa tidak terima dengan langkah Grace. Ferdinand pun setuju bila poligami di Islam diperbolehkan asal sesuai syarat yang ada.

"Terkait dengan Grace Natalie pernyataannya terhadap tentang poligami ada kelompok yang merasa bahwa ini menyerang ajaran agamanya. Kita tahu di ajaran agama muslim, agama Islam poligami ini halal dan dibolehkan sepanjang syaratnya terpenuhi," katanya saat dihubungi, Jumat (8/2).

Maka dari itu, laporan terhadap Grace merupakan langkah wajar karena ajaran umat muslim merasa dilecehkan.

"Nah ketika Grace Natalie menyatakan poligami, atau menentang poligami memang tentu akan ada pihak yang merasa ajaran agamanya dilecehkan ya, sehingga mereka mencoba untuk mencari keadilan," tegas Ferdinand.

Meksi begitu, Ferdinand tak ingin hal ini dijadikan polemik berkelanjutan dan sesuatu yang luar biasa. Baiknya semua diserahkan kepada ke polisian.

"Tunggu kepolisian untuk menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat yang diterimanya. Kita harap kepolisian bekerja adil, bekerja tidak hanya sepihak, terutama menangani laporan laporan yang bersumber dari pendukung Jokowi atau pendukung penguasa," imbuhnya.

Juru Bicara Prabowo-Sandi bidang hukum ini ingin polisi mencerna dan menyikapi laporan masyarakat dengan adil supaya rasa keadilan masyarakat tak terusik.

"Kita berharap kepada kepolisian juga memproses laporan laporan yang dari pihak oposisi yang melaporkan pihak pendukung Jokowi dalam hal ini sebagai capres, karena pertarungan politiknya di sini," tutup Ferdinand.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Grace diduga melanggar Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, khususnya soal pernyataannya tentang poligami.

Adapun laporan itu termuat dalam laporan polisi LP/B/0151/II/2019/BARESKRIM. Dimana yang melaporkannya bernama Soni Pradhana Putra, yang didampingi oleh Koordinator Bela Islam (Korlabi) dan PA 212.

"Yang ini ada juga (laporan) Grace Natalie, yang memang menyerang syariat Islam, syariat poligami. Syariat apapun, haram umat Islam untuk menghujat. Apalagi yang melarang syariat, yang syariat ini dilindungi oleh Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya Grace Natalie ini telah menyinggung Pancasila, telah menyinggung agama, telah menyinggung daripada unsur golongan, dan melakukan ujaran kebencian," ucap Sekjen Korlabi, Novel Bamu'min di lokasi, Senin (4/2). [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini