Polda Lampung Sigap! Evakuasi dan Rehabilitasi Pascagempa Tanggamus 4,5 Magnitudo, Kerugian Capai Rp150 Juta

Polda Lampung bergerak cepat melakukan evakuasi dan rehabilitasi pascagempa Tanggamus berkekuatan 4,5 magnitudo yang merusak sembilan rumah warga. Ketahui detail penanganan dan kerugian materialnya di sini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Lampung Sigap! Evakuasi dan Rehabilitasi Pascagempa Tanggamus 4,5 Magnitudo, Kerugian Capai Rp150 Juta
Polda Lampung bergerak cepat melakukan evakuasi dan rehabilitasi pascagempa Tanggamus berkekuatan 4,5 magnitudo yang merusak sembilan rumah warga. Ketahui detail penanganan dan kerugian materialnya di sini! (Merdeka.com)

Gempa bumi berkekuatan 4,5 magnitudo mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat malam, 26 September, sekitar pukul 21:55 WIB. Peristiwa alam ini menyebabkan kerusakan pada sembilan rumah warga di wilayah tersebut. Meskipun demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Polda Lampung bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR segera bergerak cepat. Mereka fokus pada proses evakuasi warga serta rehabilitasi rumah-rumah yang terdampak. Langkah tanggap darurat ini bertujuan untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa penanganan pascagempa masih terus berlangsung. "Laporan sementara ada sembilan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa," ujarnya, menekankan pentingnya respons cepat dari seluruh pihak terkait.

Penanganan Cepat dan Rehabilitasi Pascagempa Tanggamus

Aparat gabungan TNI dan Polri, bersama BPBD serta tim SAR, secara aktif terlibat dalam upaya rehabilitasi rumah warga yang terdampak gempa Tanggamus. Proses ini mencakup penilaian kerusakan dan langkah-langkah perbaikan darurat untuk memastikan keselamatan penduduk. Mereka berupaya keras agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal.

Kombes Yuni Iswandari menambahkan bahwa tim juga masih melakukan evakuasi dan rehabilitasi warga serta rumah terdampak gempa. Fokus utama adalah memastikan semua warga yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang layak. Kehadiran posko-posko yang didirikan oleh Polres Tanggamus dan pemerintah daerah setempat sangat membantu koordinasi di lapangan.

Meskipun terjadi kerusakan material, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian material terdata kurang lebih Rp150.000.000," kata Kombes Yuni. Ini menunjukkan kesiapsiagaan dan respons yang efektif dalam menghadapi bencana.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini. Koordinasi antara berbagai lembaga menjadi kunci dalam mitigasi risiko bencana di wilayah Tanggamus.

Detail Gempa Bumi di Tanggamus Menurut BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa yang mengguncang Tanggamus merupakan gempa dangkal. Kedalaman pusat gempa tercatat hanya lima kilometer, yang menjelaskan mengapa dampaknya terasa signifikan di permukaan. Informasi ini penting untuk memahami karakteristik gempa di wilayah tersebut.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,47 derajat Lintang Selatan (LS) dan 104,51 derajat Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di darat, sekitar 19 kilometer barat laut Tanggamus. Data geografis ini membantu dalam pemetaan area terdampak dan analisis lebih lanjut mengenai potensi bencana di masa mendatang.

Intensitas guncangan gempa dirasakan bervariasi di beberapa daerah. Di Kota Agung dan Limau, skala intensitasnya mencapai II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk berlalu. Sementara itu, di Semaka, intensitasnya lebih tinggi, mencapai skala III-IV MMI.

Skala III-IV MMI berarti gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam atau di luar rumah, dengan jendela dan pintu yang berderik serta dinding yang berbunyi. Perbedaan intensitas ini menunjukkan bagaimana topografi dan geologi lokal dapat memengaruhi persebaran dampak gempa. BMKG terus memberikan pembaruan informasi untuk kewaspadaan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi