Pakai Kalung Kiai Rajamala, Gibran Sebut Bukan untuk Tolak Bala

Dalam sejarah Keraton Kasunanan Surakarta, Rajamala merupakan canthik atau hiasan kepala perahu saat Raja Paku Buwono (PB) IV berkuasa.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pakai Kalung Kiai Rajamala, Gibran Sebut Bukan untuk Tolak Bala
Gibran pakai kalung Kiai Rajamala. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Beberapa hari terakhir, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terlihat mengenakan kalung berbentuk replika Kiai Rajamala. Kalung tersebut juga dipakai saat memantau pengamanan reuni alumni 212 di Plaza Manahan, Kamis (2/12) lalu.

Dalam sejarah Keraton Kasunanan Surakarta, Rajamala merupakan canthik atau hiasan kepala perahu saat Raja Paku Buwono (PB) IV berkuasa. Kapal tersebut pernah menjadi kendaraan andalan tatkala raja hendak pergi ke Sumenep, Madura untuk melamar putri Bupati Cakraningrat. Tak ayal cerita mistis sering dikaitkan.

Ditemui di Balai Kota Solo, Gibran menampik adanya isu mistis. Ia sengaja membeli kalung Kiai Rajamala, untuk membantu para pelaku UMKM.

"Nglarisi UMKM aja. Ora ah (tidak ada cerita mistis), bukan tolak bala. Nglarisin UMKM," ujar Gibran, Rabu (8/12).

Gibran mengaku suka membeli atau berbelanja produk UMKM. Termasuk kalung Rajamala yang ia kenakan buatan dari pelaku UMKM bernama Gogon. Ia membeli barang unik tersebut seharga Rp25.000.

"Batik, segala macam UMKM semua. Semua suka, batik, makanan," katanya.

Selain barang-barang tersebut Gibran juga membeli topeng, wayang kulit, aksesoris, batik, tempat kerupuk, jam tangan kayu, kacamata kayu, produk-produk kulit dan lainnya. Menurut Gibran barang-barang yang dibeli dari UMKM untuk konsumsi pribadi. Namun tak jarang dibagikan sebagai souvenir jika ada tamu atau kunjungan kepala daerah.

"Saya itu mau bikin pameran dari UMKM," katanya.

Rekomendasi