Misteri Penembakan Staf KBRI Lima: Keluarga Minta Pemerintah Usut Tuntas Kasus Kematian Zetro
Keluarga Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Lima, mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus kematian Zetro akibat penembakan di Peru. Ada apa di balik insiden tragis ini?
Keluarga besar Zetro Leonardo Purba, seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima, mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas kasus kematian tragis almarhum. Zetro meninggal dunia akibat penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Peru, sebuah insiden yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan institusi.
Jenazah Zetro tiba di Tangerang pada hari Selasa, 9 September, disambut oleh keluarga yang berduka dan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono. Kedatangan jenazah ini menjadi momen penting bagi keluarga untuk menyampaikan harapan mereka agar keadilan dapat ditegakkan atas insiden yang menimpa Zetro.
Pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus ini kepada Kementerian Luar Negeri, berharap agar semua masukan dan pengalaman langsung keluarga dapat diperhatikan secara adil. Mereka menekankan bahwa Zetro bukan hanya seorang aparatur negara, tetapi juga tulang punggung keluarga yang sangat disayangi.
Permintaan Keluarga dan Harapan Konkret
Anggota keluarga mendiang Zetro mengungkapkan bahwa sosok Zetro Leonardo Purba adalah tiang ekonomi keluarga, seorang ayah, suami, kakak, adik, dan anak yang sangat dicintai. Kepergiannya secara mendadak meninggalkan duka dan kekosongan besar bagi mereka yang ditinggalkan.
Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan semua aspek, termasuk dampak emosional dan finansial yang dirasakan keluarga. "Kami menghormati dengan kepergian kakak kami Zetro sebagai tiang ekonomi keluarga," ucap salah satu anggota keluarga saat menerima kedatangan jenazah.
Selain pengusutan tuntas kasus penembakan, keluarga juga meminta pemerintah untuk memberikan langkah konkret terkait keamanan dan pengawasan bagi anak serta istri mendiang Zetro. Mereka menyadari trauma mendalam yang dialami keluarga inti akibat peristiwa nahas ini.
Permintaan ini bertujuan agar keluarga dapat merasa lebih tenang dan aman setelah mengalami peristiwa traumatis tersebut. "Boleh kiranya memberikan langkah konkret untuk pengawasan, paling tidak beberapa saat supaya perasaannya bisa lega dan tenang," tambah anggota keluarga.
Komitmen Pemerintah dan Permohonan Maaf Menlu
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Zetro Leonardo Purba, yang disebutnya sebagai salah satu anggota terbaik dari KBRI Lima. Menlu mengakui bahwa seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri juga merasakan kehilangan yang sama.
"Karena kami juga berduka, kita sama-sama berduka dengan kepergian keluarga kita ini," kata Menlu Sugiono, menunjukkan empati dan solidaritas institusi terhadap keluarga yang berduka. Ia menegaskan bahwa Zetro adalah bagian dari keluarga besar Kementerian Luar Negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar almarhum atas kelalaian dalam pengawasan dari institusi kepada anggotanya. Ia mengakui bahwa tidak ada pihak yang menginginkan kejadian tragis seperti ini terjadi.
"Kami minta maaf kepada keluarga atas semua kesalahan, kelalaian, kami sebagai institusi. Karena tidak ada yang menginginkan kejadian ini," ujarnya. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan kasus kematian Zetro dan memberikan kepastian hukum yang jelas. "Dan kami juga menyampaikan komitmen kami untuk bisa menyelesaikan urusan ini dengan sejelas-jelasnya," pungkas Menlu Sugiono.
Sumber: AntaraNews