Menko AHY Pantau Progres Flyover Nurtanio Bandung yang Sempat Molor, Optimistis Rampung sebagai Hadiah Akhir Tahun
Pembangunan jembatan layang dimulai pada 2023 lalu. Setelah ditargetkan rampung pada Mei 2025, menjelang akhir tahun ini fly over tersebut masih belum selesai.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres pembangunan Flyover Nurtanio yang menghubungkan Jalan Dr. Abdul Rachman Saleh dan Jalan Garuda di Kecamatan Andir, Bandung, pada Jumat (12/12).
Pembangunan jembatan layang itu dimulai pada 2023 lalu. Setelah ditargetkan rampung pada Mei 2025, menjelang akhir tahun ini fly over tersebut masih belum bisa dilalui masyarakat. Kendati demikian progresnya telah mencapai 87 persen.
AHY tiba di fly over Nurtanio sekitar pukul 16.00 WIB. Ia meninjau didampingi oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Sebelum dijumpai awak media, keduanya pun sempat menyimak penjelasan terkait progres pembangunan yang disampaikan oleh Dirjen Bina Marga, Roy Rizali Anwar.
Pembangunannya sendiri dimaksudkan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di titik kawasan tersebut, terutama, akibat adanya perlintasan kereta. Hal itu pun disinggung oleh AHY.
“Progres pembangunan flyover yang sudah dinantikan oleh warga Bandung di Nurtanio. Selama ini kita merasakan terjadi kemacetan yang berdampak pada transportasi masyarakat, termasuk pergerakan barang dan jasa. Kemacetan ini disebabkan oleh adanya perlintasan sebidang kereta api, baik kereta yang melayani Bandung Raya maupun feeder KCJB, Kereta Cepat Jakarta - Bandung pada jalur Padalarang - Bandung,” katanya kepada wartawan.
Kawal Proyek
Ia mengaku dirinya mengikuti progres pembangunan jembatan layang itu sejak awal bernilai lebih dari Rp62 miliar itu. Ia memaparkan fly over tersebut punya panjang sekitar 550 meter dengan panjang konstruksi 90 meter, dengan pembagian bentang 25 meter, 40 meter, dan 25 meter.
AHY ingin jembatan layang itu bisa digunakan oleh warga Bandung dan dapat mengurai masalah mobilitas khususnya di kawasan tersebut. Rampungnya pembangunan fly over pun, diharapkan bisa jadi kado yang indah buat warga Bandung di penghujung tahun.
“Saat ini progres pengerjaannya sudah mencapai 87,7 persen. Mudah-mudahan pada akhir bulan atau akhir tahun 2025 dapat selesai sehingga menjadi kado yang baik untuk warga Bandung,” ucapnya.
“Harapannya, setelah flyover ini berfungsi, kemacetan dapat terurai secara signifikan dan waktu tempuh perjalanan bisa berkurang. Headway kereta yang sebelumnya 15 menit juga dapat dipersingkat. Ini baik untuk pelayanan transportasi kereta yang mendukung mobilitas masyarakat masuk dan keluar Bandung,” sambung dia.