Markas Komplotan Begal di Cibinong Bogor Digerebek Polisi, Satu Pelaku Ditembak
Satu dari empat pelaku di antaranya ditembak di kaki karena nekat kabur saat disergap kepolisian.
Kepolisian meringkus komplotan begal sadis yang meresahkan warga Bogor. Satu dari empat pelaku di antaranya ditembak di kaki karena nekat kabur saat disergap kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penangkapan pelaku setelah polisi menyelidiki kasus pembegalan di Jalan Raya Bomang, Desa Nanggerang, Tajurhalang.
Korban berinisial RCP (20), saat itu tengah membonceng temannya dalam perjalanan pulang dari Parung pada Minggu 19 Januari 2025 sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, mereka dipepet empat pria berboncengan dua motor.
"Pada saat melintas di TKP, korban dipepet oleh empat orang yang tidak dikenal dengan mengendarai dua unit sepeda motor sambil mengancam," kata Ade Ary kepada wartawan, Selasa (18/2).
Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung menendang motor korban hingga jatuh. Belum sempat bangkit, pelaku melayangkan celurit ke arah korban.
"Pelaku mengeluarkan sebilah celurit sambil mengancam korban dan temannya untuk menyerahkan handphone. Dikarenakan ketakutan, korban dan temannya menyerahkan handphone mereka," ucap dia.
Setelah beraksi, para pelaku langsung tancap gas meninggalkan korban. Sementara itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tajurhalang guna dilakukan pengusutan.
Markas Digerebek Polisi
Tak butuh waktu lama, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku. Mereka berada di sebuah Perumahan Persada Alam, Cibinong pada Jumat 14 Februari 2025, sekira pukul 07.00 WIB.
Saat digerebek, salah satu pelaku, mencoba kabur dan melawan. Polisi melepaskan tembakan hingga timah panas pun bersarang di kakinya.
"Pada saat melakukan penangkapan salah satu pelaku berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. Sehingga tim melakukan tindakan tegas terukur dan mengenai tersangka dibagian kaki sebelah kanan. Kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," ujar dia.
Sementara itu, tiga pelaku lainnya, tak berkutik saat dibekuk. Adapun, para pelaku IR (26) DN (21), MJ (22), dan MR (23), Dari tangan mereka, polisi menyita beberapa barang bukti, termasuk senjata tajam berupa celurit dan pedang.
Kini keempat begal ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.
'Setelah dilakukan penanganan, tim membawa tersangka beserta barang bukti guna proses penyidikan lebih lanjut," ucap dia.
Sementara itu, Panit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fanni Athar Hidayat menambahkan, tiga dari empat pelaku merupakan residivis kasus pembegalan.
Fanni juga mengatakan, kawanan ini tidak segan-segan melukai para korban saat melancarkan aksinya. Bahkan, pada saat pengembangan terhadap keempat tersangka tersebut, salah satu tersangka yang berinisial IR mencoba untuk melawan petugas dan melarikan diri.
"Sehingga kami dari Resmob Polda Metro Jaya melakukan tindakan tegas terukur dengan cara melumpuhkan tersangka," tandas dia.