Malam-Malam Massa Datangi Polres Lumajang Jebol Pintu Gerbang, Protes Pelaku Pencurian Tewas
Ratusan orang berkumpul di Mapolres Lumajang untuk melakukan aksi protes. Mereka berorasi di depan kantor polisi sebelum memaksa masuk.
Kantor Polres Lumajang, Jawa Timur didatangi puluhan warga, Minggu (12/10). Massa yang merupakan keluarga dari seorang tersangka pencurian hewan yang sebelumnya ditangkap oleh polisi dan kini telah meninggal dunia.
Sebelum menuju Polres Lumajang, massa sempat mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mencari penjelasan mengenai kematian saudaranya.
Di depan Mapolres Lumajang, mereka meluapkan kemarahan dengan berteriak dan mempertanyakan penyebab kematian anggota keluarga mereka. Ketidakpuasan massa tidak hanya berhenti pada orasi, mereka berusaha memaksa masuk ke dalam Mapolres.
Pintu gerbang Polres Lumajang dipukul dan digoyang hingga akhirnya jebol, dan massa berhasil memasuki halaman Polres. Polisi yang berada di lokasi tidak dapat menahan gelombang massa yang terus berdatangan.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro, menjelaskan bahwa massa yang datang berasal dari Desa Ranu Wurung, Kecamatan Randuagung, Lumajang.
Mereka merasa tidak terima atas meninggalnya keluarga mereka yang berinisial RH, seorang pelaku pencurian hewan. "Kejadian ini dipicu adanya tersangka pencuri hewan yang meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang," ungkap Untoro pada Senin (13/10).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378969/original/010697900_1760329705-Polres_Lumajang_disambangi_warga.jpg)
Polisi Sebut Pelaku Sempat Keluhkan Sakit
Polisi memberikan penjelasan mengenai penyebab kematian tersangka yang terlibat dalam kasus pencurian hewan. Menurut informasi dari pihak kepolisian, sebelum meninggal, pelaku sempat mengeluhkan rasa sakit.
"Berdasarkan LP No B 13/VIII/2025 tanggal 28 Agustus 2025, Polres Lumajang mengamankan tersangka bernama RH," ungkap Kasi Humas Polres Lumajang, Untoro.
Ia menambahkan bahwa RH ditangkap terkait dengan kasus pencurian hewan yang terjadi di Gedang Mas, Randuagung.
Dalam proses penangkapan yang berlangsung pada hari Sabtu, tersangka berusaha melarikan diri sehingga pihak kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkannya.
Saat dalam penahanan, RH mengeluhkan sakit perut dan petugas yang bertugas telah memberikan penanganan yang diperlukan. Namun, kondisi pelaku semakin memburuk dan ia harus dibawa ke rumah sakit.
"Hari Minggu kemarin, pelaku mengeluh mual. Penjaga tahanan telah memberikan penanganan dengan memberinya makanan, yang sempat mengurangi rasa mualnya. Namun, pada pukul 15.00 WIB, ia kembali mengeluh sakit dan segera dibawa ke RS Bhayangkara. Sayangnya, saat dirawat di rumah sakit, pelaku dinyatakan meninggal dunia," tutur Untoro.