Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Lumajang, Jawa Timur, bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, menggelar shalat gaib dan doa bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Agustus, di Masjid Agung KH. Anas Machfudz Kabupaten Lumajang.
Acara tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial, solidaritas, serta penghormatan terakhir kepada almarhum Affan Kurniawan. Kehadiran Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, Wakapolres Kompol A Risky Fardian Caropeboka, serta pejabat utama Polres menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Inisiatif shalat gaib ini bertujuan untuk mendoakan almarhum Affan agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya komunitas pengemudi ojol di wilayah Lumajang.
Advertisement
Advertisement
Pesan Solidaritas dari Kapolres Lumajang
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian almarhum Affan Kurniawan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari Solidaritas Ojol Lumajang dan kepedulian bersama terhadap sesama.
"Kami semua merasa kehilangan yang mendalam. Semoga almarhum ditempatkan di surga Allah SWT, dan keluarganya diberi kekuatan serta kemudahan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Kapolres Alex. Pernyataan ini menunjukkan empati yang kuat dari pihak kepolisian.
Alex juga menambahkan bahwa meskipun ada duka, proses hukum terkait kasus yang menimpa almarhum Affan akan tetap diserahkan kepada aturan yang berlaku. Pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan unjuk rasa atau aksi solidaritas untuk menjaga kondusifitas wilayah.
Advertisement
Kapolres berharap agar masyarakat tetap beraktivitas dengan baik dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merugikan. Pesan ini penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum di Lumajang tetap terjaga di tengah suasana duka dan tuntutan keadilan.
Advertisement
Suara Hati Komunitas Ojol Lumajang
Perwakilan dari Komunitas Paguyuban Ojek Online Lumajang, Imam Rofii, menjelaskan bahwa shalat gaib ini merupakan cara komunitas ojol menunjukkan simpati dan Solidaritas Ojol Lumajang. Kegiatan ini adalah ekspresi duka cita dan doa tulus dari rekan-rekan seprofesi.
"Kami sebagai pengemudi ojek online menunjukkan simpati, solidaritas dan ikut mendoakan almarhum yang tertimpa musibah," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan ikatan batin yang kuat di antara para pengemudi ojek online.
Imam Rofii juga menyuarakan harapan agar kasus yang menimpa almarhum Affan diusut secara tuntas dan transparan oleh pihak kepolisian. Ia menekankan pentingnya keadilan dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Advertisement
Salah satu driver ojol lainnya, Denny Mariana, menambahkan harapannya agar situasi di Lumajang tetap aman dan kondusif. Hal ini penting agar para pengemudi ojol dapat bekerja dengan tenang dan fokus mencari nafkah untuk keluarga mereka.
Advertisement
Harapan untuk Kondusifitas Wilayah
Kegiatan shalat gaib dan doa bersama ini tidak hanya menjadi wadah untuk berduka, tetapi juga ajang untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Solidaritas Ojol Lumajang tercermin jelas dalam kebersamaan ini.
Pesan-pesan yang disampaikan oleh Kapolres Lumajang dan perwakilan ojol menunjukkan keinginan bersama untuk menjaga keamanan. Mereka berharap agar setiap pihak dapat menahan diri dan tidak terpancing emosi yang bisa memperkeruh suasana.
Fokus utama bagi para pengemudi ojek online adalah dapat beraktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir. "Kami fokus bekerja untuk keluarga. Semoga Lumajang tetap tertib dan aman, agar aktivitas kami sehari-hari sebagai pengemudi ojek online berjalan lancar," kata Denny Mariana.
Advertisement
Keseluruhan acara ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepatuhan terhadap hukum adalah kunci. Dengan demikian, Lumajang dapat terus menjadi wilayah yang aman bagi seluruh warganya, termasuk para pengemudi ojek online.
Sumber: AntaraNews