Kondisi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Hitung Langkah Evakuasi WNI dari Teheran
Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran sudah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi.
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mempersiapkan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran, usai meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Dia telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk segera mengevakuasi WNI di Teheran, Iran.
"Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi," kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3).
Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran sudah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi. Hanya saja proses evakuasi dilakukan melalui Kota Baku di Azerbaijan.
"Evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat," ungkap Sugiono.
Dia pun menegaskan, tak semua WNI di Iran dan wilayah terdampak konflik memilih untuk dievakuasi. Pemerintah pun segera memproses WNI yang ingin dievakuasi dan kembali ke Tanah Air.
"Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut," jelas Sugiono.
Dilakukan Bertahap
Evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. Pemerintah terus memantau perkembangan terbaru, mengingat kondisi kawasan yang dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Sugiono mengakui situasi ke depan masih sulit diprediksi. Dia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah bersiap menghadapi segala kemungkinan.
"Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," tutur Sugiono.