KISI Sekuritas Siap Kawal 8 Perusahaan IPO, Termasuk Aset Triliunan Rupiah

PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengumumkan kesiapan mereka untuk mendampingi hingga delapan perusahaan dalam proses Initial Public Offering (IPO), termasuk entitas dengan aset mencapai triliunan rupiah, menandai gairah pasar modal Indo

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KISI Sekuritas Siap Kawal 8 Perusahaan IPO, Termasuk Aset Triliunan Rupiah
PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengumumkan kesiapan mereka untuk mendampingi hingga delapan perusahaan dalam proses Initial Public Offering (IPO), termasuk entitas dengan aset mencapai triliunan rupiah, menandai gairah pasar modal Indo (AntaraNews)

PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pasar modal nasional. Melalui Presiden Direktur KISI, Kyoung Hun Nam, perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka siap mengawal antara tujuh hingga delapan perusahaan untuk melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO).

Pengumuman penting ini disampaikan Kyoung Hun Nam di sela-sela acara KISI Challenge The Next Wave yang berlangsung di Jakarta, pada hari Jumat. Kesiapan KISI Sekuritas ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Indonesia, menawarkan peluang baru bagi investor.

Beberapa perusahaan yang berada dalam pipeline IPO KISI Sekuritas ini memiliki potensi besar, dengan nilai aset yang disebut-sebut mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun. Angka ini menempatkan mereka dalam kategori perusahaan beraset skala besar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Kyoung Hun Nam merinci bahwa perusahaan-perusahaan yang akan didampingi KISI Sekuritas dalam proses IPO berasal dari berbagai sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi perbankan, pariwisata, pertambangan, serta infrastruktur.

Keberagaman sektor ini mencerminkan kekuatan dan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang luas. Sektor perbankan menunjukkan stabilitas keuangan, pariwisata mengindikasikan pemulihan dan peningkatan minat, sementara pertambangan dan infrastruktur tetap menjadi pilar penting dalam pembangunan nasional.

Adanya perusahaan dengan aset yang sangat besar, mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun, dalam daftar pipeline KISI Sekuritas menegaskan kualitas calon emiten. Perusahaan dengan aset sebesar ini secara otomatis masuk dalam klasifikasi perusahaan beraset skala besar, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Sejalan dengan aktivitas KISI Sekuritas, data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menunjukkan gairah yang serupa di pasar modal. Per 20 Februari 2026, BEI melaporkan bahwa terdapat delapan perusahaan yang berada dalam antrean atau pipeline untuk melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.

Dari delapan perusahaan yang tercatat dalam antrean IPO di BEI tersebut, lima di antaranya diklasifikasikan sebagai perusahaan beraset skala besar, dengan nilai aset di atas Rp250 miliar. Sementara itu, tiga perusahaan lainnya masuk dalam kategori beraset skala menengah, yaitu dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Berdasarkan sektornya, BEI merinci komposisi perusahaan dalam pipeline IPO sebagai berikut:

  • Dua perusahaan berasal dari sektor barang baku.
  • Dua perusahaan berasal dari sektor keuangan.
  • Satu perusahaan berasal dari sektor transportasi dan logistik.
  • Satu perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer.
  • Satu perusahaan berasal dari sektor energi.
  • Satu perusahaan berasal dari sektor industri.

Meskipun demikian, BEI mencatat bahwa hingga 20 Februari 2026, belum ada perusahaan yang berhasil melangsungkan IPO sepanjang tahun ini. Total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia saat ini mencapai 956 perusahaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi