Kesulitan Hadapi Ma'ruf di Debat Kedua, Ini Yang Dilakukan Sandiaga

Selasa, 12 Februari 2019 23:44 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kesulitan Hadapi Ma'ruf di Debat Kedua, Ini Yang Dilakukan Sandiaga Sandiaga Uno di Nganjuk. ©2019 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengaku kesulitan menghadapi Ma'ruf Amin dalam debat cawapres pada 17 Maret mendatang. Sebabnya, Ma'ruf Amin adalah kiai sepuh yang harus dihormati.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menjelaskan bahwa itu adalah cara Sandiaga untuk menyampaikan rasa hormat kepada Ma'ruf Amin meskipun bersaing di Pilpres 2019.

"Ya kan bahasa diplomasi yang dilepas duluan oleh Sandiaga Uno untuk menghormati Pak Kiai, apapun ceritanya Pak Ma'ruf Amin adalah seorang Kiai yang harus dihormati meskipun dalam konsentasi politik ini," kata Ferdinand kepada merdeka.com, Selasa (12/2).

Ucapan Sandiaga tersebut juga untuk memancing tanggapan publik apakah Sandi perlu berdebat lepas atau hanya kalem di depan Ma'ruf. Ferdinand mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan respon publik.

"Kalau publik tetap ingin debat harus keras ya kita kan akhirnya punya justifikasi atau pembenaran nantinya untuk tetap keras dalam debat, karena memang publik menginginkan," ucap Ferdinand.

"Tapi kalau publik menginginkan ternyata dia harus dihormati tentu kita akan atur irama kita sesuai keinginan publik. Makanya kita lempar duluan bukan dalam arti kita mau jadi manut manut saja, tetapi tujuannya untuk mengecek ombak lah kira kira begitu bahasanya," tambahnya.

Oleh karenanya, lanjut Ferdinand, Sandi tak bermaksud tidak sopan dan tidak memuliakan Ma'ruf bila nantinya publik malah tak ingin debat cawapres berjalan lembek.

"Bukan (Sandi) tidak sopan dan tidak memuliakan ulama lagi ya, ini kehendak publik karena ini politik, kita pisahkah dulu urusan politik dan urusan ke kyiaian malam ini Kan kira kira begitu nanti debatnya. Cek ombak itu (cari respon publik)," terangnya.

Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, pihaknya sangat menunggu respon publik. Jika publik ingin debat antara Ma'ruf dan Sandiaga berjalan pelan, tim debat BPN akan mengikuti irama dan tetap pada subtansi debat.

"Tapi kalau publik menginginkan hantam aja keras, ya kita akan mengikuti seperti apa nanti pendapat pendapat publik," tandas Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku kesulitan menghadapi debat cawapres pada 17 Maret mendatang. Sebab, yang menjadi lawannya merupakan seorang kiai seperti Ma'ruf Amin.

"Ini akan menyulitkan posisi saya karena di dalam adab, saya diajarkan ulama atau kiai besar seperti Kiai Ma'ruf harus dimuliakan," kata Sandiaga. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini