Jokowi Titip Ijazah ke Orang yang Paling Dipercaya untuk Dibawa ke Bareskrim Polri

Mereka memenuhi panggilan penyidik untuk menyerahkan bukti otentik mengenai ijazah Jokowi.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Jokowi Titip Ijazah ke Orang yang Paling Dipercaya untuk Dibawa ke Bareskrim Polri
Jokowi Titip Ijazah ke Orang yang Paling Dipercaya untuk Dibawa ke Bareskrim Polri (Merdeka.com)

Kuasa hukum Presiden ke-7 Joko Widodo, Yakub Hasibuan memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri yang telah dijadwalkan hari ini, Jumat (9/5).

Mereka memenuhi panggilan penyidik untuk menyerahkan bukti otentik mengenai ijazah Jokowi.

Berdasarkan pantauan, kehadiran Jokowi diwakili oleh kuasa hukumnya Yakub Hasibuan, Kompol Syarif selaku ajudan Presiden ke-7, dan adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto.

Mereka tiba di lobi Bareskrim Mabes Polri pukul 09.31 WIB.Kedatangan mereka dalam rangka memberikan bukti keaslian daripada Ijazah Jokowi kepada penyidik yang belakangan menjadi polemik oleh sejumlah masyarakat.

"Agenda hari ini tuh hanya kita memenuhi permintaan dari pihak Bareskrim untuk menghadirkan dan membawa sejumlah dokumen, termasuk ijazah asli dari Pak Jokowi. Itu saja agendanya hari ini," kata Yakup di Bareskrim Mabes Polri kepada wartawan, Jumat (9/5).

Dititip ke Orang Dipercaya

Kata Yakup, ijazah Jokowi dititipkan langsung ke adik iparnya, Andri ketika mendapat surat undangan dari Mabes Polri. Ijazah itu sengaja tidak dikirim Jokowi melalui kurir dengan alasan keamanan.

"Karena kan tentunya dokumen sensitif ya, jadi enggak mungkin dikirim pakai kurir kan, jadi diberikan kepada pihak yang dipercaya oleh Pak Jokowi langsung untuk membawa itu dokumennya," ujar dia.

Selain ijazah, juga ada beberapa dokumen lain yang dibawa oleh kubu Jokowi untuk membuat terang polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 itu.

Sebagaimana diketahui, Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan hingga saat ini proses penyelidikan terhadap keaslian ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sudah 90 persen. Penyelidikan yang hampir satu bulan ini tinggal menyisakan uji laboratorium.

"Proses penyelidikan yang kita lakukan, kalau diprosentase kita sudah 90 persen. 10 persennya adalah uji lab," ujar Djuhandani saat konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Kamis (8/5).

Labor Teruji

Jika ternyata uji laboratorium tersebut tidak identik, maka penyelidikan yang 90 dipastikan gugur.

"Jadi kita menguji saat ini pemeriksaan yang kita laksanakan dan lain sebagainya adalah 90 persen. Termasuk foto, lembaran, yang didalilkan oleh TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) kita uji semua. Jadi waktunya juga cukup menguras tenaga. Tapi kembali lagi saat ini kita sudah sampai ke tataran pengujian secara saintifik terkait ijazah," ungkapnya.

Sementara untuk foto dan lainnya, lanjut dia, sudah masuk ke labfor untuk diuji. Ia meminta kepada kepala labfor agar hasilnya bisa secepatnya diumumkan. Ia yakin karena labfor milik kepolisian diakui secara internasional.

"Kita ketahui bersama labfor kita telah berhasil. Banyak sekali mengungkap kasus seperti bom bali, terkait pemalsuan surat juga sudah teruji. Nggak perlu kita ke luar negeri," katanya.

Djuhandani menambahkan, jika hasil uji labfor identik, maka apa yang didalilkan oleh pendumas atau pelapor tidak benar. Sehingga pihaknya akan menghentikan proses penyelidikan.

"Namun manakala hasilnya non identik, tentu saja ini akan menjadi uji kembali dalam proses penyelidikan," katanya lagi.

Tuntas Secepatnya

Lanjut Djuhandani, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar proses penyelidikan bisa dituntaskan secepatnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa proses pengujian labfor tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Kuncinya saat ini kita sudah mendapatkan keterangan-keterangan dan lainnya. Seperti teman kuliah, dokumen dokumen, rektor dan pembimbing. Ini kita sudah mendapatkan keterangan. Tentu saja kita membuktikannya saat ini saintifik, dengan uji laboratoris," ucapnya.

Ditambahkannya, ada sekitar 7 pembanding ijazah baik SMA maupun kuliah yang diperiksa.

"Yang diuji bukan hanya itu saja, yang didalilkan pendumas tentu saja kewajiban kita adalah membuktikan aoa yang didalilkan. Kita bekerja secara profesional, kita terus mengedepankan uji secara saintifik, sehingga nantinya akan membuat terang permasalahan ini," pungkasnya.

Rekomendasi