Jalan Nasional Jambi-Sumbar Putus, DPR RI Soroti Truk Obesitas dan Curah Hujan Tinggi
Untuk saat ini, jembatan masih dalam proses pengerjaan oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi.
Anggota DPR RI, Edi Purwanto menyebut bahwa putusnya jembatan di Jalan Lintas Jambi-Sumatera Barat, Kabupaten Bungo, akibat truk obesitas atau Over Dimension Over Load (Odol), curah hujan tinggi dan adanya aktivitas Peti sehingga merusak alam sekitar.
Untuk saat ini, jembatan masih dalam proses pengerjaan oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi. Diketahui, jembatan Bailey akan selesai dua hari lagi.
"InsyaAllah jembatan Bailey ini dua hari lagi sudah bisa dilalui oleh kendaraan, tadi saya sudah berkoordinasi dengan kepala Balai, kita akan dorongan supaya bisa segera beroperasi," kata Edi Purwanto Anggota DPR RI, saat diwawancarai pada Sabtu (8/3).
Jika jembatan Bailey dapat dilalui, Edi menjelaskan bahwa ada problem kembali yaitu masalah truk ODOL. Sebab, jembatan Bailey memiliki kekuatan kapasitas hanya 20 ton saja.
"Jadi jika kendaraan yang melintas jembatan Bailey ini lebih dari kapasitas 20 ton makan saya pastikan tidak bisa," ujarnya.
Edi Purwanto menyoroti agar pihak kepolisian dan perhubungan agar bisa menertibkan angkutan barang yang overload karena itu sumber masalah.
"Itu jadi masalah kita, karena kalau dilihat kecelakaan itu terjadi akibat dari Odol kendaraan, kemudian kendaraan juga yang memiliki beban berat maka usia jalan akan menurun, jelasnya.
Penyumbatan Saluran Air
Selain itu, untuk penyebab jembatan ini putus dikarenakan oleh penyumbatan saluran air di jembatan tersebut. Edi menjelaskan akan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar melakukan pengecekan seluruh sungai yang ada jembatan.
Lanjutnya, agar yang tersumbat di jembatan tersebut bisa dikerjakan agar tidak terjadi jembatan putus lagi. Dikarenakan Jambi saat ini sedang mengalami curah hujan tinggi.
Anggota DPR RI dapil Jambi Edi Purwanto, menyoroti dampak dari aktivitas Peti di Kabupaten Bungo sehingga membuat hutan menjadi gundul.
"Kita harus menjaga alam kita kalau kita tidak menjaga sama sama. Makan bencana ini terus berulang, sehingga kalau terjadi seperti ini maka siapa yang dirugikan. Itu kan masyarakat juga," tegasnya.
Dia berharap agar pengerjaan jembatan Bailey ini untuk kualitas jembatan harus dijaga jangan sampai kualitas buruk.
"Saya harap ini kualitas jembatan Bailey bagus dan jangan sampai kualitas jembatan buruk sehingga di kemudian hari bisa rusak kembali," teganya.
Pengentasan Truk ODOL
Selain itu, untuk persoalan yang dihadapi saat ini yaitu ODOL, Edi menjelaskan bahwa sudah dicanangkan oleh pihak kementerian perhubungan di tahun 2023 sudah zero odol. Dalam hal tersebut regulasi sudah diatur, akan tetapi dalam undang undangnya belum selesai.
"Kita saat ini lagi mendorong proses revisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan," tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Jambi kelas II Benny Nurdin Yusuf mengatakan bahwa untuk jembatan Bailey tersebut merupakan jembatan sementara dan kapasitas kekuatan 20 ton saja.
"Jadi saya harapkan untuk sopir sudah mengetahui mobil yang bisa lewat jembatan Bailey ini hanya 20 ton kapasitasnya," katanya.
Menurut dia, jika kendaraan yang mengantre tersebut memiliki muatan yang lebih kapasitas 20 ton makan para sopir silahkan untuk melakukan langsir barangnya tersebut.