Gaji Tak Dibayar, Bernardo Tavares Resmi Tinggalkan PSM Makassar: Pernah Lelang Trofi Demi Staf
Pelatih sukses Bernardo Tavares resmi berpisah dengan PSM Makassar setelah tiga setengah tahun. Apa alasan di balik kepergian sang arsitek juara Liga 1 ini, yang juga pernah melelang trofi demi stafnya?
Pelatih kepala Bernardo Tavares secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari klub BRI Super League, PSM Makassar, pada Rabu melalui akun X pribadinya. Keputusan mengejutkan ini datang setelah masa kepelatihan tiga setengah tahun yang penuh gejolak namun juga prestasi. Tavares mengungkapkan bahwa alasan utama di balik kepergiannya adalah masalah pembayaran gaji yang minim dan tidak teratur.
Situasi tunggakan gaji ini, menurut Tavares, telah berlangsung selama seluruh masa jabatannya di klub berjuluk Juku Eja tersebut. Kondisi finansial yang tidak stabil ini akhirnya mencapai titik yang tidak dapat dipertahankan lagi bagi pelatih asal Portugal itu. Ia merasa terpaksa mengambil langkah berat ini demi keberlangsungan hidup dan profesionalitas.
Meskipun menghadapi berbagai kesulitan finansial, Tavares berhasil mencatatkan sejarah manis bersama PSM Makassar. Ia sukses mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023, mengakhiri penantian panjang klub selama 23 tahun. Kepergiannya tentu meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan internal tim.
Alasan Utama Kepergian dan Kronologi Masalah Gaji
Dalam unggahan di akun X-nya, Bernardo Tavares menyatakan, "Terima kasih PSM Makassar. Dengan rasa sedih yang sangat besar, saya umumkan kepergian saya dari PSM Makassar." Ia melanjutkan, "Alasannya adalah minimnya pembayaran gaji, suatu situasi yang telah saya alami selama tiga setengah tahun saya menjadi pelatih, yang sekarang tidak dapat dipertahankan lagi." Pernyataan ini menegaskan bahwa masalah gaji adalah faktor krusial dalam keputusannya.
Masalah gaji ini bukan kali pertama mencuat ke publik. Beberapa waktu lalu, Tavares pernah mengeluhkan secara terbuka bahwa ia dan para stafnya belum menerima gaji selama lima bulan. Keluhan ini disampaikan dalam jumpa pers sebelum pertandingan BRI Super League melawan Persija Jakarta pada Sabtu (20/9).
Bahkan, pada tahun 2023, Tavares menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap stafnya dengan melelang trofi pelatih terbaik yang ia raih. Selain trofi, ia juga melelang jersei miliknya demi dapat membayar gaji para stafnya yang juga terdampak masalah finansial klub. Tindakan ini menggambarkan betapa seriusnya masalah gaji yang dihadapi di PSM Makassar.
Jejak Gemilang di Tengah Badai Keuangan: Juara Liga 1 dan Pembinaan Pemain Muda
Di tengah berbagai kesulitan dan tantangan keuangan yang dihadapinya, Bernardo Tavares mampu membawa PSM Makassar meraih puncak kejayaan. Ia berhasil mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023, sebuah pencapaian yang sangat dinantikan oleh Pasukan Ramang selama 23 tahun. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas kepelatihan Tavares.
PSM Makassar menutup musim tersebut dengan koleksi 75 poin dari 34 pertandingan, unggul sembilan poin dari tim peringkat kedua yang saat itu diarsiteki pelatih Thomas Doll. Performa konsisten dan strategi jitu Tavares menjadi kunci kesuksesan ini, meskipun tim tidak didukung oleh kondisi finansial yang ideal.
Selain gelar juara, Tavares juga dihormati karena keberaniannya memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda. Sejumlah talenta muda seperti Ramadhan Sananta, Victor Dethan, Dzaky Asraf, dan Ananda Raehan mendapatkan menit bermain yang signifikan di bawah asuhannya. Kebijakan ini tidak hanya membentuk masa depan PSM Makassar tetapi juga sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Performa Terkini PSM Makassar di Bawah Asuhan Tavares
Pada musim ini, PSM Makassar mengawali liga dengan performa yang kurang meyakinkan. Mereka hanya mampu meraih tiga poin dari empat laga pertamanya, menunjukkan awal yang sulit bagi sang juara bertahan. Namun, tim mulai memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan saat berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Persija Jakarta.
Laga terakhir PSM Makassar di bawah asuhan Bernardo Tavares adalah saat menjamu PSIM Yogyakarta pada 27 September. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0, sebuah hasil yang kurang memuaskan. Hasil ini membuat Juku Eja menghuni posisi ke-14 klasemen sementara Super League dengan koleksi tujuh poin dari beberapa pertandingan yang telah dimainkan.
Kepergian Tavares di tengah musim tentu menjadi tantangan besar bagi PSM Makassar. Klub harus segera mencari pengganti yang tepat untuk menjaga stabilitas tim dan mengembalikan performa terbaiknya. Para penggemar berharap manajemen dapat menyelesaikan masalah finansial agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews