Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diperiksa polisi, Sekjen KSPI bantah terlibat dugaan kasus makar

Diperiksa polisi, Sekjen KSPI bantah terlibat dugaan kasus makar sekjend kspi di polda. ©2016 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhammad Rusdi memenuhi panggilan penyidik Keamanan Negara (Kamneg) Polda Metro Jaya. Dirinya tiba sekira pukul 15.45 WIB, didampingi oleh Presiden KSPI Said Iqbal, dan buruh lainnya.

Menurut Rusdi, dirinya tak mengetahui hubungan dirinya dengan dugaan makar diduga dilakukan oleh beberapa tokoh nasional.

"Kalau kita dari buruh sendiri bingung kalau dibilang ada kaitan dengan makar, karena selama ini buruh berpikir seperti itu aja tidak," ujar Rusdi saat hendak masuk Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (19/12).

Rusdi menilai, meskipun tidak ada hubungan dengan makar, namun dirinya pernah bertemu dengan Ratna Sarumpaet. Tetapi membahas masalah berbeda.

"Kalau hubungan secara umum kita enggak ada, paling hanya sekedar aksi bareng aja terkait dngan korupsi Sumber Waras, walaupun juga terkait dengan penggusuran aquarium udah itu aja," katanya.

"(Selain Ratna) Nggak ada, kalau kita kan fokusnya ke upah. Kalau bu Ratna pernah bulan-bulan apa itu Agustus, September terkait dengan reklamasi, Sumber Waras dan juga aquarium, itu sudah lama lah 3 bulan 4 bulan lalu, tapi ini enggak ada nih," kata dia.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian menyebutkan ada beberapa tokoh telah melakukan pertemuan atas dugaan makar. Dalam hal ini, Rusdi menegaskan kalau dirinya tidak pernah ikut acara tersebut.

"Tidak, kita fokus aksi-aksi tentang upah minimum, cabut PP 78, itu aja sih kita. (Saya dan Said Iqbal) enggak pernah, yang di UBK dan di mana itu saya tidak pernah hadir," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP