Jakarta, 02 Agustus – Ribuan masyarakat dan berbagai elemen bangsa memadati Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Sabtu, 02 Agustus, untuk mengikuti acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Kegiatan akbar ini, yang dihadiri sekitar 100.000 orang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Indonesia.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan harapannya agar zikir, doa, dan shalawat yang dipanjatkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan Indonesia serta memohon perlindungan dari perpecahan dan malapetaka.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mengungkapkan bahwa gelaran ini merupakan wujud nyata kerukunan di Indonesia, di mana umat dan tokoh dari berbagai agama berkumpul memanjatkan doa terbaik bagi negeri. Kebhinekaan terasa semakin nyata dengan adanya paduan suara dan doa lintas agama.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Persatuan dan Menjaga Keutuhan Bangsa
Ahmad Muzani, Ketua MPR RI, secara langsung menyatakan harapannya agar Zikir dan Doa Kebangsaan ini dapat diterima oleh Allah SWT, sehingga Indonesia senantiasa dalam keadaan utuh dan dipersatukan. Ia juga memohon agar bangsa Indonesia dihindarkan dari segala bentuk perpecahan, malapetaka, dan bahaya yang mungkin mengancam.
Dalam sambutannya, Muzani juga tidak lupa mendoakan para pemimpin bangsa. “Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah SWT, kesehatannya, umurnya, dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridhonya,” kata Ahmad Muzani. Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk mendukung kepemimpinan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Acara ini menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang telah menjadi pilar bangsa. Partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Advertisement
Advertisement
Kerukunan Lintas Agama dalam Bingkai Kebangsaan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti acara ini sebagai manifestasi nyata dari kerukunan yang terjalin di Indonesia. Ia menggarisbawahi bagaimana ribuan umat dan tokoh dari berbagai agama dapat berkumpul dalam satu majelis untuk mendoakan Indonesia.
“Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” ujar Menag, menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bersatu demi kebaikan bangsa. Suasana kebhinekaan semakin kental ketika paduan suara dari Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik tampil membawakan lagu bertema kerukunan.
Puncak acara kerukunan ini ditandai dengan doa lintas agama yang dipanjatkan oleh enam pemuka agama, dilanjutkan dengan Shalawat Kebangsaan. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bagi semua agama, yang bersatu dalam doa dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Acara dan Kehadiran Tokoh Penting
Zikir dan Doa Kebangsaan dimulai dengan khidmat melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang diikuti oleh seluruh hadirin. Setelah itu, pembacaan kalam Ilahi disampaikan oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, menambah kekhusyukan acara.
Sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat turut hadir melantunkan zikir, doa, dan shalawat kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Selain Ketua MPR Ahmad Muzani, tampak hadir pula Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, serta jajaran pejabat Kemenag dan para tokoh lintas agama.
Kehadiran para pejabat dan tokoh penting ini menegaskan dukungan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terhadap upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui kegiatan spiritual dan keagamaan. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan keharmonisan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews