Zikir dan Doa Kebangsaan Sukses Digelar, 100 Ribu Peserta Syukuri HUT ke-81 RI

Lebih dari 100 ribu peserta dari berbagai latar belakang agama memadati Jakarta untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan, menandai pembuka rangkaian HUT ke-81 RI dengan semangat persatuan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Zikir dan Doa Kebangsaan Sukses Digelar, 100 Ribu Peserta Syukuri HUT ke-81 RI
Lebih dari 100 ribu peserta dari berbagai latar belakang agama memadati Jakarta untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan, menandai pembuka rangkaian HUT ke-81 RI dengan semangat persatuan. (AntaraNews)

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI dengan menggelar acara Zikir dan Doa Kebangsaan. Acara yang berlangsung pada Sabtu malam di Jakarta ini berhasil menarik perhatian lebih dari 100.000 peserta. Kehadiran ribuan masyarakat ini menjadi wujud nyata dari semangat kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.

Zikir dan Doa Kebangsaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia. Ia juga menyebut acara ini sebagai momentum untuk memperkuat fondasi spiritual kebangsaan.

Antusiasme peserta terlihat jelas dengan membanjirnya kawasan Monas, lokasi utama acara. Mereka datang dari berbagai wilayah dan latar belakang agama, bersatu padu memanjatkan doa untuk kemajuan dan kedamaian negeri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa.

Makna Spiritual dan Persatuan dalam Zikir Kebangsaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan memiliki makna yang mendalam sebagai upaya spiritual bangsa. Menurutnya, zikir berfungsi untuk menumbuhkan hati, sementara doa adalah sarana untuk mengetuk langit. Ia juga menambahkan bahwa kerja keras dan pengabdian adalah fondasi untuk membangun bumi, melengkapi ikhtiar spiritual tersebut.

Nasaruddin menyoroti kehadiran sekitar 100 ribu peserta yang berasal dari berbagai agama dan wilayah. Keberagaman ini menunjukkan kekuatan persatuan Indonesia dalam berdoa bersama untuk negeri. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama warga negara.

Pernyataan Menag ini menggarisbawahi bahwa perayaan kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan yang memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan masyarakat dapat semakin menyadari pentingnya toleransi dan saling menghargai perbedaan sebagai kekayaan bangsa.

Doa Lintas Agama: Wujud Harmoni Bangsa

Salah satu puncak acara Zikir dan Doa Kebangsaan adalah sesi doa lintas agama yang dipimpin oleh enam tokoh agama terkemuka. Sesi ini menjadi simbol kuat dari harmoni dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia, di mana setiap pemimpin agama memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Pembacaan doa diawali oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty untuk agama Kristen Protestan, diikuti oleh Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th. untuk agama Katolik. Selanjutnya, doa bagi umat Hindu dipimpin oleh Pinandita Gede Pastika, dan umat Buddha oleh Bhikku Bhadranatha, Thera. Untuk umat Konghucu, doa dipimpin oleh Xs. Budi S. Tanuwibowo, dan ditutup oleh H. Husni Ismail untuk umat Islam.

Doa yang dipanjatkan secara bergantian ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan. Selain itu, doa ini juga berisi harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, serta kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional. Kehadiran para tokoh lintas agama ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan bangsa.

Rangkaian Acara Penuh Kekhidmatan

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dimulai dengan khidmat melalui dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya, membangkitkan semangat nasionalisme seluruh peserta. Setelah itu, suasana semakin syahdu dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 1 s.d. 14 oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026.

Sebelum rangkaian utama, kegiatan diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Doa Khotmil Qur’an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA. Acara semakin semarak dengan lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas.

Turut hadir dalam acara penting ini adalah para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, serta para tokoh lintas agama. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah dan berbagai elemen masyarakat terhadap kegiatan spiritual ini sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi