Capaian administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, pada semester pertama 2026 mencapai 98,2 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh implementasi layanan jemput bola yang menjangkau hingga kawasan pelosok daerah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutim, Jumeah, menyatakan bahwa berbagai layanan adminduk berjalan baik, termasuk Program Jebol (Jemput Bola). Evaluasi berkala tetap dilakukan untuk memastikan efektivitas program. Program Jebol ini menjadi andalan Disdukcapil Kutim dalam memberikan kemudahan akses bagi warga.
Program Jebol mencakup layanan perekaman KTP elektronik (KTP-el), layanan pindah atau datang bagi penduduk nonpermanen, dan penerbitan akta pencatatan sipil. Layanan ini dapat dilaksanakan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa atau kecamatan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat di lokasi terpencil yang sulit mengakses layanan.
Advertisement
Advertisement
Program Jebol: Mendekatkan Layanan Adminduk ke Masyarakat
Program Jebol merupakan inisiatif utama Disdukcapil Kutim untuk meningkatkan capaian adminduk. Program ini dirancang untuk membawa layanan administrasi kependudukan langsung ke tengah-tengah masyarakat. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah terpencil dan memiliki keterbatasan akses ke kantor Disdukcapil.
Jumeah menjelaskan bahwa layanan jemput bola ini hanya dapat dilakukan jika ada permohonan resmi. Permohonan tersebut bisa datang dari pemerintah desa atau pihak kecamatan setempat. Dasar permintaan inilah yang kemudian dijadikan pegangan untuk datang ke lokasi-lokasi terpencil yang warganya sulit mengakses.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat diwujudkan melalui Program Jebol ini. Selain mempermudah akses, program ini juga bertujuan mendorong tertib administrasi kependudukan. Lebih lanjut, Program Jebol juga berperan penting dalam mencegah praktik percaloan yang merugikan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Detail Capaian Adminduk Semester I 2026 di Kutim
Capaian adminduk sebesar 98,2 persen pada Januari-Juni 2026 menunjukkan hasil yang positif dari berbagai jenis layanan. Penerbitan KTP-el mencapai angka 99 persen, menunjukkan hampir seluruh warga wajib KTP telah memiliki identitas elektronik. Ini adalah indikator penting dalam tertib administrasi.
Selain itu, penerbitan kartu keluarga mencapai 98,6 persen, memastikan kelengkapan data keluarga. Akta kelahiran tercapai 97,5 persen, yang vital untuk hak-hak dasar anak. Layanan akta kematian dan perkawinan juga menunjukkan angka yang tinggi, yakni sama-sama mencapai 99,1 persen.
Angka-angka ini mencerminkan keberhasilan Disdukcapil Kutim dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan warganya. Peningkatan ini juga menjadi bukti efektivitas strategi layanan jemput bola. Hal ini mendukung target pemerintah daerah dalam mewujudkan data kependudukan yang akurat dan terbarukan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Digitalisasi dan Layanan Cepat Disdukcapil Kutim
Di samping capaian eksternal, Disdukcapil Kutim juga mencatat kemajuan signifikan dalam capaian internal. Digitalisasi dokumen kependudukan telah terwujud 100 persen. Seluruh dokumen baru kini tersedia dalam bentuk digital, meningkatkan efisiensi dan keamanan data.
Indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap layanan Disdukcapil Kutim juga menunjukkan peningkatan. Saat ini, IKM tercatat 94,12, angka yang lebih tinggi dibandingkan akhir tahun 2025. Peningkatan ini menandakan kepuasan publik yang lebih baik terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Jumeah menambahkan, evaluasi per semester yang dilakukan pada Rabu (29/7) juga berfokus pada optimalisasi waktu layanan. Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dipercepat menjadi layanan sehari selesai (one day service). Seluruh layanan kependudukan di Disdukcapil Kutim dipastikan gratis, sehingga masyarakat diimbau untuk datang sendiri dan tidak menggunakan perantara atau calo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews