ONIC Raih Peringkat Ketiga MSC EWC 2026, Balas Dendam Sempurna atas Falcons PH

ONIC sukses rebut peringkat ketiga MSC EWC 2026 usai sapu bersih Falcons PH 3-0 di Paris. Kemenangan ini jadi ajang balas dendam dan penutup manis perjalanan ONIC di turnamen Mobile Legends bergengsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
ONIC Raih Peringkat Ketiga MSC EWC 2026, Balas Dendam Sempurna atas Falcons PH
ONIC sukses rebut peringkat ketiga MSC EWC 2026 usai sapu bersih Falcons PH 3-0 di Paris. Kemenangan ini jadi ajang balas dendam dan penutup manis perjalanan ONIC di turnamen Mobile Legends bergengsi. (AntaraNews)

Tim esports kebanggaan Indonesia, ONIC, berhasil meraih posisi ketiga dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) Esports World Cup (EWC) 2026. Mereka sukses menaklukkan Team Falcons PH dengan skor telak 3-0 dalam laga perebutan tempat ketiga. Pertandingan sengit ini berlangsung di Paris, Prancis, pada Sabtu, 2 Agustus.

Kemenangan dominan ini menjadi momen penting bagi ONIC, sekaligus ajang penebusan setelah sebelumnya takluk dari Falcons PH di fase grup. Wakil Indonesia tersebut menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan. Mereka berhasil menguasai tiga gim secara beruntun.

Hasil positif ini menutup perjalanan ONIC di MSC EWC 2026 dengan manis, meskipun mereka gagal melaju ke grand final. Sebelumnya, langkah ONIC terhenti di semifinal setelah dikalahkan oleh Team Spirit. Kemenangan ini disambut gembira oleh tim dan penggemar.

Dominasi ONIC Sejak Awal Pertandingan

ONIC langsung mengambil alih kendali permainan sejak gim pertama dimulai. Tim Indonesia ini menampilkan rotasi yang sangat disiplin dan strategi permainan yang agresif. Hal ini membuat Team Falcons PH kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka.

Falcons PH tampak tertekan dan tidak mampu keluar dari cengkraman ONIC. Alhasil, ONIC berhasil mengamankan gim pembuka tanpa memberikan banyak ruang bagi lawan. Keunggulan cepat ini menjadi fondasi awal dominasi mereka.

Dominasi ONIC berlanjut pada gim kedua dengan performa yang konsisten. Mereka kembali mengontrol jalannya pertandingan sejak awal. Gim kedua berhasil ditutup dalam waktu sekitar 10 menit saja.

Keunggulan signifikan dari sisi objektif dan ekonomi membuat Falcons PH tidak berdaya mengejar ketertinggalan. Pada gim ketiga, ONIC mempertahankan intensitas permainan tinggi. Serangkaian kemenangan dalam team fight membuka jalan bagi ONIC untuk mengakhiri pertandingan dengan skor sempurna 3-0.

Kebangkitan dan Kepuasan Tim ONIC

Pelatih ONIC, Sanz, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan ini. "Alhamdulillah. Akhirnya pertandingan balas dendam berhasil juga. Saya senang," ujarnya seusai pertandingan, seperti disiarkan MPL Indonesia. Kemenangan ini terasa istimewa bagi tim.

Sanz menambahkan bahwa hasil ini memberikan kepuasan tersendiri bagi seluruh tim. Mereka mampu bangkit setelah mengalami kekalahan mengecewakan di semifinal. Kemenangan ini menjadi penutup turnamen dengan catatan yang sangat positif.

"Lebih senang dan lebih lega saja karena penutupan kita dapat kemenangan," kata Sanz. Perasaan lega ini datang setelah ONIC berhasil membalas kekalahan dari Falcons PH di fase grup. Ini juga menjadi perbaikan dari hasil MSC EWC sebelumnya.

Persaingan Mobile Legends Semakin Ketat di Tingkat Dunia

Selain menyoroti kemenangan timnya, Sanz juga memberikan pandangannya tentang persaingan Mobile Legends di tingkat dunia. Menurutnya, kompetisi kini semakin ketat dan kompetitif. Ini terlihat dari perkembangan pesat tim-tim di luar Asia Tenggara.

Sanz menjelaskan bahwa tim-tim dari region lain telah berkembang jauh. Mereka kini mampu bersaing ketat dengan kekuatan tradisional seperti Indonesia dan Filipina. Ini menjadi indikasi positif bagi ekosistem esports Mobile Legends.

"Karena terlihat juga di EWC kali ini region-region lain benar-benar sudah ngejar banget," kata Sanz. Ia menyoroti fakta bahwa grand final EWC kali ini tidak diisi oleh perwakilan Indonesia maupun Filipina. Grand final mempertemukan tim dari Myanmar dan Team Spirit dari Eropa Timur dan Asia Tengah.

Perkembangan tersebut, menurut Sanz, terlihat dari peningkatan kualitas permainan. Mulai dari strategi, pemilihan hero, hingga eksekusi yang semakin matang. Ini jauh berbeda dibandingkan edisi turnamen sebelumnya. "Gameplay mereka, hero pool, dan cara bermainnya benar-benar banyak berubah dibanding EWC yang tahun lalu," pungkasnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi