Pada hari Minggu yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Borneo FC berhasil mencetak sejarah baru. Tim berjuluk Pesut Etam ini sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi delapan pertandingan berturut-turut dalam ajang BRI Super League.
Kemenangan impresif ini diraih setelah Borneo FC menundukkan tuan rumah Arema FC dengan skor telak 3-1. Pertandingan tersebut juga diwarnai dengan drama dua kartu merah yang diterima oleh pemain Arema FC, menambah ketegangan sepanjang jalannya laga.
Tiga gol kemenangan untuk Borneo FC dicetak oleh Mariano Peralta, Douglas Coutinho, dan Juan Villa, sementara gol balasan Arema FC hanya mampu diciptakan oleh Dalberto Luan melalui titik penalti.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Awal dan Gol Kilat Borneo FC
Borneo FC langsung menunjukkan agresivitas sejak awal babak pertama, menerapkan pola permainan kolektif yang sulit diantisipasi oleh tim tuan rumah. Tekanan yang diberikan oleh Borneo FC membuat pertahanan Arema FC kewalahan menghadapi serangan cepat.
Momen krusial terjadi pada menit ketiga ketika Mariano Peralta berhasil membobol gawang Arema FC yang dijaga oleh Adi Satryo. Gol cepat ini seketika membuat penonton di Stadion Kanjuruhan terhenyak, mengubah dinamika pertandingan secara drastis.
Keunggulan satu gol tersebut semakin memacu semangat Borneo FC untuk terus menekan, sementara Arema FC tampak kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat yang diterapkan oleh tim tamu. Skor 1-0 untuk keunggulan Borneo FC bertahan hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit akhir babak pertama.
Advertisement
Advertisement
Drama Kartu Merah dan Perlawanan Singo Edan
Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba bangkit dan mengambil alih kendali permainan, berupaya keras untuk mencari gol penyeimbang. Dalberto Luan dan rekan-rekan setimnya meningkatkan intensitas serangan untuk menembus lini pertahanan Borneo FC.
Namun, situasi semakin sulit bagi Arema FC setelah dua pemain mereka, Julian Guevara dan Bayu Setiawan, harus diusir keluar lapangan karena mendapatkan kartu merah. Kejadian ini membuat Arema FC harus bermain dengan sembilan pemain, memberikan keuntungan signifikan bagi Borneo FC.
Keunggulan jumlah pemain ini dimanfaatkan dengan baik oleh Borneo FC, yang kemudian semakin leluasa mengeksplorasi lini pertahanan tuan rumah. Meskipun demikian, Arema FC tetap menunjukkan semangat juang untuk memperkecil ketertinggalan.
Advertisement
Advertisement
Borneo FC Tak Terbendung, Amankan Kemenangan Gemilang
Borneo FC terus melancarkan serangan berbahaya ke gawang Arema FC yang sudah pincang. Pada menit ke-69, Vinicius Silva nyaris menggandakan keunggulan setelah berhasil menerobos pertahanan Arema FC, namun usahanya masih dapat digagalkan oleh penyelamatan gemilang Adi Satryo.
Namun, upaya Borneo FC akhirnya membuahkan hasil. Douglas Coutinho berhasil mencetak gol kedua pada menit ke-78, diikuti oleh gol Juan Villa pada menit ke-90+11, membuat Borneo FC unggul jauh 3-0. Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Borneo FC di puncak klasemen.
Arema FC akhirnya berhasil memperkecil kekalahan menjadi 1-3 melalui tendangan penalti Dalberto Luan pada menit 90+7. Meskipun demikian, gol tersebut tidak mampu mengubah hasil akhir pertandingan yang sudah menjadi milik Borneo FC.
Advertisement
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan sengit ini:
- Arema FC: Adi Satryo, Julian Guevara, Arkhan Vikri, Paulinho, Ian Puleio, Matheus Blade, Luiz Gustavo, Betinho, Bayu Setiawan, Alfarizie, Dalberto. Pelatih: Marcos Santos.
- Borneo FC: Nadeo Arga Winata, Maicon, Kei Hirose, Vinicius Silva, Mariano Peralta, Fajar Fathurrahman, Komang Teguh, Juan Villa, Christophe Nduwarugira, Caxambu, Rivaldo Pakpahan. Pelatih: Fabio Lefundes.
Sumber: AntaraNews
Advertisement