Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Kepulauan Riau, kini memperketat pengawasan di berbagai titik masuk. Langkah ini diambil guna mencegah masuknya durian impor ilegal, khususnya Durian Ilegal Malaysia, yang dapat merugikan pasar domestik. Pengetatan ini mencakup bandara dan pelabuhan, sebagai respons atas laporan maraknya penyelundupan produk pertanian.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octaria, menegaskan komitmen pihaknya. "Kami mengawasi alur keluar masuk produk pertanian impor, baik yang berangkat dari Batam via pesawat ataupun kontainer via Pelabuhan Batu Ampar, bahkan pengeluaran via Telaga Punggur," ujarnya. Pengawasan ketat ini diharapkan mampu membendung aliran durian ilegal.
Peningkatan pengawasan ini juga didorong oleh sorotan dari anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, terkait peredaran durian ilegal asal Malaysia. Laporan tersebut menyebutkan adanya praktik penyelundupan yang merugikan petani durian lokal. Bea Cukai Batam berupaya maksimal untuk memastikan tidak ada celah bagi masuknya produk ilegal.
Advertisement
Advertisement
Untuk memastikan efektivitas pengawasan, Bea Cukai Batam telah melakukan berbagai upaya proaktif. Salah satunya adalah diskusi kelompok terarah (FGD) dengan sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di Batam. FGD ini dilaksanakan pada awal Oktober lalu, bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi.
Melalui FGD tersebut, Bea Cukai Batam menegaskan bahwa produk pertanian yang tidak sesuai atau tidak dilengkapi dokumen lengkap tidak akan bisa keluar dari Batam. Pihak maskapai pun menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Bea Cukai. Mereka berkomitmen untuk menertibkan bawaan durian bulat dari Batam yang seringkali masuk ke bagasi sebagai oleh-oleh tanpa prosedur yang benar.
Evi Octaria menjelaskan bahwa temuan mengenai maraknya Durian Ilegal Malaysia tidak spesifik asalnya dari jalur laut atau bandara. Oleh karena itu, jajarannya melakukan pengetatan di semua jalur yang mungkin digunakan para oknum. "Kami melakukan pengetatan di semua jalur yang mungkin digunakan oleh para pengambil keuntungan yang ilegal," kata Evi.
Advertisement
Advertisement
Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, sebelumnya telah menyampaikan keprihatinannya atas laporan dari petani durian lokal mengenai praktik penyelundupan ini. Menurut Labib, setiap hari lebih kurang 10 ton durian ilegal masuk ke wilayah Indonesia tanpa izin resmi. Ini merupakan angka yang sangat besar dan berdampak signifikan.
Salah satu oknum penyelundup diduga secara rutin memasukkan 1 hingga 2 ton durian ilegal setiap hari ke wilayah Jakarta. Jalur yang digunakan adalah melalui Batam dan Riau, menunjukkan kompleksitas jaringan penyelundupan. Praktik ini menciptakan persaingan tidak sehat di pasar durian domestik.
Aksi pelaku impor ilegal ini secara langsung mengganggu kestabilan harga durian lokal di berbagai daerah, merugikan petani yang telah bekerja keras. Labib menambahkan bahwa kasus durian ilegal ini hanyalah satu dari sekian banyak bentuk kejahatan ekonomi. Kejahatan ini dilakukan oleh pemain impor nakal di pasar domestik yang merusak tatanan ekonomi.
Advertisement
Praktik penyelundupan semacam ini tidak hanya merugikan petani dan pelaku usaha kecil, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola perdagangan nasional. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak Durian Ilegal Malaysia terhadap perekonomian dan kepercayaan publik.
Advertisement
Meskipun laporan dari DPR RI cukup mengkhawatirkan, Bea Cukai Batam belum menemukan indikasi penyelundupan durian impor ilegal secara langsung di wilayahnya. Hal ini menunjukkan bahwa para penyelundup mungkin menggunakan modus operandi yang sangat rapi atau jalur yang sulit terdeteksi. Namun, pengawasan terus diperketat.
Tantangan utama adalah sifat penyelundupan yang tidak spesifik jalur masuknya, sehingga memerlukan pengawasan menyeluruh. Bea Cukai Batam terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menutup celah-celah yang ada. Tujuan utamanya adalah melindungi produk pertanian lokal dan menjaga iklim usaha yang sehat.
Pencegahan masuknya Durian Ilegal Malaysia merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintah untuk menjaga kedaulatan ekonomi. Dengan pengawasan yang ketat dan kolaborasi antarpihak, diharapkan praktik-praktik ilegal ini dapat diminimalisir. Ini demi kesejahteraan petani dan stabilitas pasar nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews