Bawaslu Wanti-Wanti Tangsel Rawan Politik Uang Jelang 17 April

Jumat, 12 April 2019 02:33 Reporter : Kirom
Bawaslu Wanti-Wanti Tangsel Rawan Politik Uang Jelang 17 April Jalan rusak di Tangerang Selatan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Bawaslu Kota Tangerang Selatan, mewaspadai adanya praktik politik uang di masa tenang Pemilu 2019. Hal tersebut, didasari dari pengalaman Pemilukada 2009 dan Pemilu 2014 lalu di Kota Tangerang Selatan.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan beberapa titik rawan politik uang, yang didasari dari pengalaman Pilkada 2010 dan Pilpres 2014 lalu.

"Pada saat itu nominal uangnya antara Rp 30 sampai 100.000 dan tahun 2014 itu kisaran Rp100-150.000," katanya dalam acara Media Meeting di Bukit Pelayangan, Kecamatan Pamulang, Kamis (11/4).

Acep menyebutkan, keempat titik wilayah rawan politik uang terjadi di Kecamatan Serpong Utara, Serpong, Setu, Pondok Aren. Pelanggaran tersebut, umumnya dilakukan oleh tim sukses peserta pemilu.

Obyek sasaran menyebar uang ditujukan kepada warga pemilih kalangan marjinal. Pemilih itu dianggap paling mudah tergoda bujuk rayu tim sukses yang mengarahkan untuk menyoblos calon tertentu.

Duit dikemas dalam amplop dan dibawa pakai kardus-kardus," sebut Acep. Ia telah memberikan arahan kepada tenaga pengawas mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan untuk mengawasi titik-titik rawan politik uang.

"Yang menjadi perhatian kami adalah mobilisasi money politik karena saat ini di TPS yang pemilihnya kurang dari 300 karena lebih mudah dipetakan," kata dia. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini