Kuliner ini muncul akibat mahalnya harga beras.
Advertisement
Pada zaman penjajahan, pribumi susah mendapatkan akses pangan, terutama beras. Jika ada, harganya sangat mahal bagi warga biasa saat itu.
Advertisement
Siasat
Menyiasati mahalnya harga beras, warga pedalaman Bojonegoro di Kecamatan Bubulan punya inovasi, sebagaimana mengutip akun Instagram @kecamatan.bubulan. Mereka mengolah singkong menjadi nasi tiwul.
Para perempuan memanfaatkan singkong dan ubi jalar sebagai sumber karbohidrat utama. Selain masalah karbohidrat, ternyata penduduk saat itu juga tak punya banyak uang untuk membeli lauk-pauk. Mereka kembali memutar otak.
(Foto: Freepik jcomp)
Dari permasalahan tersebut, muncul ide agar jumlah lauk yang sedikit cukup untuk seluruh anggota keluarga maka harus dibagi. Alhasil, lauk yang sedikit itu akhirnya hanya ditempelkan pada nasi.
(Foto: Instagram @kecamatan,bubulan)
Advertisement
Guna menambah cita rasa makanan, maka ditambahkan sambal cos di atasnya. Sambal cos merupakan kelapa parut yang dibumbui kemudian dimasak dengan cara ditindih dengan pecahan genteng yang sebelumnya sudah dipanaskan dengan api.
(Foto: Instagram @kecamatan,bubulan)
Advertisement
Diversifikasi Pangan
Nasi templek yang berbahan utama singkong merupakan upaya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal. Pasalnya, singkong adalah salah satu komoditas pertanian yang mudah ditemui di Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro.
Adapun proses pembuatan nasi tiwul dimulai dari mengupas dan mencuci singkong hingga bersih. Kemudian singkong yang sudah terkupas dijemur hingga kering.
Setelah singkong utuh kering, tahap selanjutnya adalah diselep menjadi tepung singkong.
Tepung singkong kemudian diberi air sedikit agar bentuknya menjadi butiran-butiran kecil. Selanjutnya, tepung yang sudah berbentuk bulatan-bulatan kecil ini dikukus hingga matang.
Setelah matang, nasi tiwul dapat disajikan dengan lauk-pauk yang ada.
Nasi tiwul kaya kandungan vitamin C dan B kompleks. Nasi tiwul juga biasa dijadikan makanan sehat bagi pelaku diet karena kandungan karbohidratnya lebih rendah dari pada nasi putih.
(Foto: Freepik rawpixel.com)
Advertisement
Advertisement
Saat harga beras mahal seperti sekarang, nasi tiwul jadi alternatif makanan pokok yang cocok dikonsumsi.