Cegah Banjir, Pemprov DKI Ingin Permukiman Punya Embung untuk Kurangi Air ke Sungai

Embung dapat berfungsi menekan laju air yang mengalir ke sungai.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Cegah Banjir, Pemprov DKI Ingin Permukiman Punya Embung untuk Kurangi Air ke Sungai
Banjir di Kampung Melayu Besar. ©2020 Liputan6.com/Yopi Makdori

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Yusmada Faizal berharap setiap kawasan pemukiman memiliki embung atau sumur retensi. Embung dapat berfungsi menekan laju air yang mengalir ke sungai.

Yusmada mencontohkan, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan mengalami banjir. Padahal, tidak ada banjir kiriman dari Bogor dan Kali Ciliwung aman. Saat hujan deras mengguyur Kelurahan Kebon Baru, rumah-rumah warga terdampak banjir.

"Padahal itu sudah ditanggul, tergenang karena ada hujan deras, dia (air) enggak bisa masuk ke kali. Itu apa solusinya? Padahal sudah ditanggul ya kita ciptakan embung-embung di area pemukiman itu," kata Yusmada saat rapat bersama Komisi D DPRD DKI, Selasa (17/5).

Dinas SDA DKI telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR terkait peningkatan kapasitas sungai di Jakarta. Namun, hasil dari upaya peningkatan kapasitas sungai akan lebih optimal sepanjang kawasan pemukiman memiliki embung.

"Yang paling penting adalah bagaimana mengurangi air itu masuk ke sungai lewat istilahnya kolam-kolam retensi atau istilah kampungnya embung," ujarnya.

"Peningkatan kapasitas sungai kita komitmen (kali) Pesanggrahan Angke Sunter Ciliwung dengan Kementerian PU karena secara kewenangan kan masih kewenangan mereka 13 kali itu kita mem-back up dari sisi pembebasan lahannya. Itu tetap kita programkan," imbuhnya.

Rekomendasi