Manusia Silver Spontan Mutilasi Korban Karena Bingung Jasad Mau Dibawa ke Mana

Sebenarnya, sambung Yusri, A sejak awal menolak jadi pelampiasan napsu korban yang diduga mengalami kelainan seksual. Hingga akhirnya dia sakit hari karena sebelumnya diberi bayaran kemudian tidak lagi

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Manusia Silver Spontan Mutilasi Korban Karena Bingung Jasad Mau Dibawa ke Mana
Mayat Dimutilasi Ditemukan di Kota Bekasi. ©2020 Merdeka.com/Adi Nugroho

Aksi A memutilasi korban DS (24) cukup nekat. Apalagi A adalah remaja usia 17 tahun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan, pengakuan A tindakan memutilasi korban dilakukan secara spontan.

"Spontan (mutilasi), bingung mau taruh di mana jenazahnya," kata Yusri saat dihubungi, Jumat (11/12).

Untuk memutilasi tubuh korbannya tersebut, A mengaku tidak pernah belajar dari tayangan video atau internet.

"Enggak pernah (belajar dari internet)," ujarnya.

Sebenarnya, sambung Yusri, A sejak awal menolak jadi pelampiasan napsu korban yang diduga mengalami kelainan seksual. Hingga akhirnya dia sakit hari karena sebelumnya diberi bayaran kemudian tidak lagi

"Awal-awalnya iya (marah), tapi (nekat bunuh) karena sakit hati," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus mutilasi ini terungkap setelah potongan tubuh ditemukan di pinggir Kali Perumahan BSK, Jalan Raya Kalimalang atau KH Noer Ali, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Senin (7/12) lalu. Bagian tubuh yang diidentifikasi berupa badan pertama kali ditemukan warga pada pukul 08.00 Wib.

Tak butuh lama bagi polisi mengendus keberadaan pelaku. A ditangkap pada Rabu (9/12) dini hari saat bermain game online di kawasan Kranji.

Pengakuan A, sehari-hari dirinya berprofesi sebagai pengamen dan 'manusia silver'

"Ya benar pelaku kasus mutilasi sudah berhasil kita amankan. Pelakunya satu orang."

Serangkaian pemeriksaan dilakukan pada remaja tersebut. Dia mengakui menghabisi DS dengan cara memutilasi.

Penyebabnya, rasa amarah yang tak tertahan karena DS berulang kali melecehkannya.

"Pelaku kesal dengan korban, karena dipaksa sodomi berkali-kali oleh korban," jelasnya.

A mengaku korban DS dia mutilasi menjadi empat bagian dan dibuang ke beberapa lokasi.

Rekomendasi