Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno membantah dirinya dan Anies Baswedan tertutup pada media yang ingin meliput di Balai Kota DKI Jakarta dan mulai dibatasi. Ia mengatakan tidak ada sesuatu yang ditutup-tutupi dan semuanya bersifat terbuka. "Kita terbuka, ya ada sesuatu yang baru lah (cara peliputan) tetapi komitmen kita untuk transparansi tidak akan pernah lari bahwa kita akan transparan," tegasnya di Balai Kota Jakarta, jumat (3/11).Politisi Partai Gerindra itu menerangkan memungkinkan adanya skema alur baru bagaimana media meliput Anies-Sandi agar dapat saling memudahkan satu sama lainnya. "Ada mungkin alur baru mungkin untuk memudahkan kita sama-sama," tuturnya. Sandi mengatakan akan mencoba berdiskusi satu bulan ke depan bagaimana baiknya. Sandi beralasan, apakah alur baru ini lebih tertata atau mau sistem acak kadut seperti dulu yang mengakibatkan banyak sekali orang-orang mengeluh susah bertemu dengan dirinya dan kerap kali terlambat karena melayani pertanyaan awak media."Jadi mohon pengertian teman-teman. Kalau untuk permintaan data semuanya ada di smart city, teman di SKPD juga lagi menyesuaikan karena kalau kebijakan lagi digodog kita ingin embargo. Bukan karena kita tertutup tetapi kita tidak ingin menimbulkan spekulasi di masyarakat terhadap kebijakan yang akan kita ambil," katanya. Sandi mengimbau kepada awak media untuk lebih bersabar lagi. Sekali lagi Sandi menegaskan bahwa dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkomitmen untuk transparan dalam hal apapun."Jadi mohon sabar teman-teman. Komitmen kita terhadap transparansi keterbukaan, akuntabilitas, fearness, kemandirian, itu tidak akan lari dari komitmen," tandasnya.Diketahui sebelumnya Kamis (2/11) siang jika melihat agenda yang dimuat di situs www.beritajakarta.id gubernur dan wakil gubernur diagendakan memimpin rapat koordinasi dengan seluruh direksi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI di Ruang Pola. Saat itu awak media yang berada di dalam Ruang Pola, seketika di usir keluar oleh salah satu staf Humas, dengan alasan rapat tersebut tertutup untuk media. Pada saat kejadian awak media sudah berada sekitar 15 menit di dalam ruangan tersebut.Bukan hanya itu saja, media yang meliput kegiatan Anies-Sandi juga direpotkan dengan sistem peliputan, tempat wawancara sudah diatur yakni di Balairung. Hal ini sangat berbeda jauh waktu kepemimpinan Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sesi wawancara bisa dilakukan di mana saja dan waktunya pun tidak dibatasi.Bukan sekedar tempat wawancara saja, melainkan saat ini SKPD-SKPD atau kepala-kepala dinas semakin irit bicara saat ditanya setiap persoalan yang lebih teknis.
Sandi klaim terbuka kepada media, namun ubah cara peliputan di Balai Kota
Sandi klaim terbuka kepada media, namun ubah cara peliputan di Balai Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno membantah dirinya dan Anies Baswedan tertutup pada media yang ingin meliput di Balai Kota DKI Jakarta dan mulai dibatasi. Ia mengatakan tidak ada sesuatu yang ditutup-tutupi.
Advertisement
Rekomendasi