Agus Yudhoyono hindari kontrak politik sebelum menjabat gubernur DKI

Lebih jauh, Agus justru ingin mengkaji secara keseluruhan kontrak politik tersebut. Sebab, menurutnya DKI Jakarta sudah begitu banyak berbagai macam permasalahan.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Agus Yudhoyono hindari kontrak politik sebelum menjabat gubernur DKI
Tim Pemenangan Agus-Sylvi. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dengan tegas menghindari kontrak politik sebelum dirinya menjabat sebagai pemimpin DKI Jakarta. Begitu dia memenangkan Pilkada DKI 2017, otomatis disumpah untuk mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau pemodal. "Saya paling menghindari janji-janji dalam bentuk kontrak politik bagi saya, bagi seorang gubernur Insya Allah terpilih, kontrak politik itu dilakukan pada saat dia sumpah dan dilantik menjadi gubernur," kata Agus kepada awak media di Rumah Susun Warga (Rusunawa) Sindang, Koja, Jakarta Utara, Selasa (11/10).Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menegaskan, kontrak politik tersebut dilakukan untuk semua masyarakat DKI Jakarta dan tidak bisa di pecah-pecah begitu saja."Kontrak politik dilakukan pada semua warga. Jakarta untuk rakyat, Jakarta untuk semua. Tidak bisa sepotong-sepotong karena ada kerawanan, ketika satu mungkin tidak saling bertabrakkan kontrak politik lainnya. Oleh karena itu bagi saya menghindari itu," jelasnya.Lebih jauh, Agus justru ingin mengkaji secara keseluruhan kontrak politik tersebut. Sebab, menurutnya DKI Jakarta sudah begitu banyak berbagai macam permasalahan."Justru ingin melihat segala sesuatunya secara komperhensif. Semua permasalahan di Jakarta begitu kompleks, maka harus dilihat secara utuh, penyelesaian pun secara utuh tidak sepotong-sepotong," pungkas Agus.

Rekomendasi